Diduga Menipu, Ketua DPD Partai Politik Ini Dipolisikan


Sabtu, 31 Agustus 2019 - 17:22:34 WIB
Diduga Menipu, Ketua DPD Partai Politik Ini Dipolisikan Plt Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pessel Yul Afnedi Chaniago. Dok/net

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Kabar yang cukup menghebohkan bagi kalangan politisi di Kabupaten Pesisir, Sumatra Barat (Sumbar). Betapa tidak, Plt Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pessel Yul Afnedi Chaniago dilaporkan ke Polisi terkait dugaan kasus penipuan.

Plt Ketua DPD PAN ini dilaporkan oleh mantan Anggota Fraksi PAN DPRD Pessel Defri Joni pada Agustus lalu. Pelaporan tersebut atas dugaan penipuan dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Rasmil Murtada kepada Defri Joni.

Informasi yang diterima Haluan, Defri Joni dijanjikan Yul Afnedi Chaniago menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pessel untuk menggantikan posisi Rasmil Murtada yang sudah lama sakit-sakitan. Terkait hal itu, Defri Joni diminta membayar sejumlah uang untuk biaya pengurusan DPW PAN di Padang dan DPP PAN di Jakarta.

Dari pengakuan Defri Joni, ia sudah menyetorkan sejumlah uang kepada Yul Afnedi. Namun, sampai berakhir masa jabatannya sebagai anggota DPRD periode 2014-2019 janji tersebut tak pernah ditepati. Sedangkan untuk periode berikutnya ia tidak terpilih lagi sebagai anggota DPRD Pessel.

Terkait pengaduan tersebut, Ketua DPD PAN Pesisir Selatan Yul Afnedi, mengaku belum mengetahui bahwa ia dipolisikan oleh seorang mantan anggota DPRD Pessel Defri Joni.

"Ya, terima kasih informasinya. Saya belum tahu," katanya menjawab wartawan via telfon, Sabtu (31/8).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pessel AKP Allan Budi Kusuma membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, pelaporan itu terkait dugaan kasus penipuan. Saat ini pihaknya sedang melakukan proses pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi.

"Jika dalam proses pemeriksaan saksi kami menemukan sejumlah fakta perbuatan kejahatan, tentu bakal kami lanjutkan dengan proses pemanggilan terlapor untuk didengarkan keterangannya," ujarnya.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah Ketua DPD PAN Pesisir Selatan Yul Afnedi Chaniago bakal tersandung kasus penipuan seperti yang dilaporkan mantan Anggota DPRD Pessel Defri Joni.

"Bisa juga arahnya ke tindak pidana suap Pasal 209 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Sipemberi dan sipenerima sama-sama bisa dijerat pidana. Jadi, kita tunggu saja prosesnya," ucapnya. (*)

loading...
Reporter : Okis /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]haluan.com