Begini Isinya, Pesan Damai dari Sawahlunto untuk Papua


Ahad, 01 September 2019 - 15:54:07 WIB
Begini Isinya, Pesan Damai dari Sawahlunto untuk Papua KEAKRABAN masyarakat Sawahlunto dengan perantau asal Papua, Yance Dumupa. RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Kericuhan yang terjadi di Tanah Papua, membuat semua masyarakat Indonesia sedih, termasuk warga asal Papua yang saat ini berdomisili di Kota Sawahlunto.

Adalah Yance Dumupa (37), pria kelahiran Nabire Papua itu berharap permasalahan yang terjadi bisa cepat diselesaikan, agar Indonesia tetap damai.

"Saya berharap saudara saudara yang ada di Papua bisa untuk menahan diri. Demonstrasi menyuarakan pendapat boleh saja, Tetapi jangan sampai berbuat anarkis yang bisa merugikan semua pihak," kata Yance kepada Haluan, Minggu (1/9).

Menurut Yance, akar permasalahan rasisme yang dialami warga Papua, sehingga terjadi konflik tersebut haruslah ditindak tegas dan dibasmi dari muka bumi ini. Kita lanjutnya, dimata Tuhan adalah sama, jadi untuk pelaku rasis harus ditangkap dan ditindak sesuai undang undang yang berlaku dinegara ini.

Yance juga prihatin dengan adanya pembakaran terhadap fasilitas umum.

"Fasilitas umum itu adalah milik kita, jadi kalau dirusak yang rugi adalah kita sendiri. Silahkan demo sebagai bentuk menyuarakan pendapat, tapi jangan bertindak yang tidak sesuai dengan aturan," katanya.

Dimata Yance yang telah menetap di Sawahlunto sejak 2007 silam, bagi masyarakat yang ingin belajar apa itu perbedaan, apa itu Bhineka Tunggal Ika datanglah ke Sawahlunto. Sawahlunto yang multi etnis, mampu hidup berdampingan dengan damai, meski berbeda suku, ras dan juga agama.

"Sawahlunto itu hebat, saya diterima dengan sangat baik disini, segala kedamaian saya dapat dikota ini. Hidup saling menghargai akan tercipta kedamaian hakiki," kata Yance yang saat ini mengabdikan diri Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Sawahlunto.

Yance berharap, prahara ini segera berlalu, karena kita semua bersaudara, satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan NKRI harga mati. Stop rasisme Saya Papua dan saya bukan monyet. (h/rki)

loading...
Reporter : Riki Yuherman /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]