Tragis, Penambang Pasir di Jorong Aie Angek Agam Tewas Tertimbun


Ahad, 01 September 2019 - 16:36:02 WIB
Tragis, Penambang Pasir di Jorong Aie Angek Agam Tewas Tertimbun TEWAS TERTIMBUN - Kapolsek Baso Iptu Adrianto menunjuk tempat bekas salah seorang penambang pasir yang tewas tertimbun, Sabtu (31/8). IST

AGAM, HARIANHALUAN.COM - Seorang penambang pasir di Jorong Aie Angek Nagari Simarasok, Kecamatan Baso meninggal dunia tertimbun tanah galian pasir ketika sedang membuat jalur pasir, Sabtu (31/8) sekitar pukul 13,00 WIB.

Sebelum, korban Muslim (43) tertimbun ia berusaha menghindari tanah yang longsor dari atas, namun belum sampai ditempat yang aman korban sudah tertimbun oleh tanah setinggi satu meter.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana,SIK.MH melalui Kapolsek Baso IPTU Adrianto, SH mengatakan bahwa benar satu orang masyarakat tertimbun tanah galian pasir putih di Jorong Sungai Angek Nagari Simarasok Kec. Baso.

Menurut Adrianto, kejadian berawal, ketika korban sedang membuat jalur pasir dengan ketinggian 4 (empat) meter. "Kemudian korban melihat ada pasir yang bergerak diketinggian lebih kurang 40 meter, korban sempat lari dan terjatuh kelubang galian dengan jalur berbeda akan tetapi pasir yang longsor tersebut jatuh kearah korban hingga korban tertimbun sedalam lebih kurang satu meter," kata Adrianto kepada Haluan, Senin (1/9).

Ia menambahkan, salah seorang rekan korban Rainaldi (31) berusaha untuk menolong namun pasir terus turun. 15 menit kemudian korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri, selanjutnya korban dilarikan ke UGD Puskesmas Baso dan setelah di periksa oleh petugas UGD Puskesmas Baso korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

"Selama ini, kita bersama Muspika Kecamatan Baso sudah mengingat warga agar tidak melakukan penambangan pasir karena resikonya sangat besar," terang Adrianto.

Namun tambahnya, pekerja penambang pasir tidak mengindahkannya, mereka tetap melakukan penambangan, pada hal satu bilan lalu ada juha penambang pasir yang tertimbun meskipun lokasi berbeda. "Mereka melakukan penambangan karena faktor ekonomi, sebelumnya warga berprofesi sebagai pencari sarang walet, namun saat ini mereka beralih menjadi penambang pasir. Rata rata pendapatan mereka satu hari hanya Rp50 ribu," terang Adrianto.

Dalam waktu dekat ini, pihak Muspika Kecamatan Baso bersama dengan niniak mamak setempat akan mengelar pertemuan, agar penambangan pasir di hentikan. "Saat ini jalan masuk ke lokasi penambangan sudah kami pasang polis line, aktifitas penambangan saat ini tidak diperbolehkan," ungkap Adrianto.(h/ril)

loading...
Reporter : Yursil /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]