BkkbN: Pengguna Kontrasepsi Jangka Pendek Meningkat


Ahad, 01 September 2019 - 20:42:42 WIB
BkkbN: Pengguna Kontrasepsi Jangka Pendek Meningkat

PADANG, HARIANHALUAN.COM - BkkbN provinsi Sumbar memperingati Hari Kontrasepsi se-dunia tingkat  yang didahului oleh kegiatan senam famire di Pantai Muaro lasak, Minggu (1/9). 

Disampaikan Yusnani, PLT Kabid KBKR Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat yang sekaligus ketua panitia peringatan hari kontrasepsi se-dunia tingkat Sumbar, pengguna kontrasepsi jangka pendek di Sumbar meningkat.

"Terjadi peningkatan pengguna kontrasepsi dari 61.996 (SDKI 2012) menjadi 63.646 (SDKI 2017), akan tetapi masih pengguanan metode kontrasepsi jangka pendek. Kegiatan peringatan hari kontrasepsi se dunia tahun 2019 ini dirasa perlu dalam meningkatkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan pencapain program KKBPK," ungkap Yusnani.

Disebutkan Yusnani, Hasil survei demografi dan kesehatan indonesia (SDKI), Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata total seorang ibu melahirkan di Sumbar mengalami penurunan dari 2.8 tahun 2012 menjadi 2.5 tahun 2017.

"Keberhasilan pencapaiam program KB sangat ditentukan oleh kesertaan masyarakat terutama pasangan usia subur (PUS) dalam ber-KB," kata dia.

Disamping peningkatan jumlah peserta KB baru, Yusnani mengatakan Komitmen peserta KB aktif juga perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan peningkatan angka putus pakai dalam ber-KB.

Ditambahkannya, tahun 2019 ini merupakan tahun ke-5 pelaksanaan RPJMN dan rencana startegi (2015-2019) sebagai dasar kebijakan, dengan target/sasaran menurunkan angka kelahiran, meningkatkan pemakaian kontrasepsi terutama yang modern menurunkan kejadian unmood need dan menurunkan angka putus pakai serta meningkatkan peserta KB MKJP.

"Pelaksanaan program KB pada 2018 menunjukkan capaian peserta KB baru sebanyak 91.39% (146.730 Aks) dari PPM (160.807 Aks) yang ditetapkan. Untuk meningkatkan komitmen masyarakat, dibutuhkan dukungan berbagai pihak mulai dari stakeholder, provider medis dan mitra kerja baik pemerintah maupun swasta untuk memberikan pelayanan KB yang berkualitas," ucapnya.

Kepala perwakilan BkkbN provinsi Sumbar, Syahruddin mengatakan dengan mengangkatkan tema "Meningkatkan Pelayanan KB dan kespro Guna Mencapai Indonesia Sehat" peringatan hari kontrasepsi se sunia sangat penting untuk diangkatkan.

"Kegiatan ini sangatlah penting dalam meningkatkan peran serta dan komitmen mitra BKKBN dalam mendukung pelaksanaan pelayanan KB dan Kespro yang berkualitas," ucap Syahruddin.

Disampaikannya, dari hasil Pencapaian Perkiraan Permitaan Masyarakat Peserta KB Baru tahun 2018 menggambarkan bahwa capaian hasil program KKBPK di Sumatera Barat yaitu peserta KB Baru 91,39 % dengan capaian KB MKJP 79,6%. 

"Hal ini menunjukkan bahwa capaian tahun 2018 lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yaitu Peserta KB Baru 103,96 % dengan capaian KB MKJP 127,34%," kata dia.

Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor : 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional pada pasal 48 telah menjelaskan bahwa setiap Peserta JKN berhak mendapatkan jaminan pelayanan KB baik itu suntik, IUD, Implan, Vasektomi dan Tubektomi, dan ketentuan untuk pemenuhan alat obat kontrasepsi serta sarana penunjang pelayanan KB bagi peserta JKN disediakan dan diatur oleh lembaga BKKBN.

Perubahan ini, kta Syahruddin tentunya juga akan berimplikasi terhadap kebijakan, strategi dan Program Keluarga Berencana yang diyakini dapat mengurangi kesenjangan dan Unmet Need pasangan usia subur terhadap kebutuhan pelayanan Keluarga Berencana.

"Sesuai dengan arah pembangunan Pemerintah periode 2015-2019, BKKBN merupakan salah satu lembaga yg diberi mandat untuk mewujudkan Agenda Pembangunan Nasional (Nawa Cita), terutama Cita ke-5 (lima) yaitu “Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia” melalui Pembangunan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana," tutupnya. 

Didukung pemerintah kota Padang.

Sementara itu, peringatan hari kontrasepsi se-dunia tingkat Sumbar juga mendapat dukungan dari pemerintah Kota Padang.

"Salah satu upaya pengaturan kelahiran adalah pelayanan KB. Kota Padang sendiri telah menyiapkan sarana berupa 23 puskesmas, kita akan tingkatan, 11 Rumah sakit pasca salin, 38 klinik DB pemerintah dan 21 yang swasta. Dimana tujuan akhirnya, peningkatan kualitas pelayanan KB sehingga masyarakat terayomi, sehat, sejahtera. Indonesia sehat, indonesia maju," ungkap Amasrul, sekda pemerintah kota Padang yang turut hadir mewakili Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. (*)

loading...
Reporter : Yesi /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]