Tragis! Sering Dianiaya, Sari Habisi  Nyawa Suaminya dengan Kampak


Senin, 02 September 2019 - 15:40:38 WIB
Tragis!  Sering Dianiaya, Sari Habisi  Nyawa Suaminya dengan Kampak Kapolres AKBP Imran Amir, bersama Kabag OPS Rifa'i dan kasat Reskrim, AKP Suyanto, saat lakukan jumpa pers tersangka pembunuhan di Mapolres Dharmasraya.MARYADI

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM- Kerap mendapat perlakuan kekerasan fisik dari sang suami, seorang ibu rumah tangga, yang tinggal di Cam Afdelling A perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan Kelapa Sawit,  PT. SAK di Jorong Bumi Raya, Nagari Sopan Jaya, Kecamatan Padang Laweh, habisi nyawa suami dengan Kampak.

Hal itu dilakukan Sari Isa La' a (42), Nias, warga asal Komplek Perumahan Kebun IMF Nagari Sungai Kunyit,  Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, dalam melindungi dirinya, saat suaminya Thenzokho Nduru yang nyaris menghabisi nyawa istrinya menggunakan Kampak.

"Kejadian pada 23 Juni 2019 sekira pukul 21.00 wib dirumah korban,"kata Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir, yang didampingi Kabag Ops Kompol Rifai dan Kasat Reskrim AKP Suyanto, saat jumpa pers, di Mapolres setempat, Senin (02/09).

Ia mengatakan, bahwa kejadian itu berawal saat korban atau suami pelaku ini pulang dalam kondisi mabuk usai meneguk minuman jenis tuak. Sampai dirumah, lanjutnya, pelaku marah-marah dan memukul anaknya yang berada di teras rumah. Saat itu, pelaku ini sedang mencuci di kamar mandi, dan sempat diamuk oleh korban yang akhirnya korban lari bersama anaknya ke rumah tetangga.

Mantan Kapolres Sijunjung itu mengatakan, kejadian berlanjut saat korban atau tersangka itu, kembali kerumah korban dengan niat baik, untuk ajak makan bersama sang suami. Namun, lanjut Imran Amir, korban kembali marah-marah dan mengambil Kampak, yang akan dihujamkan  untuk menghabisi nyawa istrinya. Naas, Kampak tersebut, berhasil direbut oleh istri. "Pada saat itulah, istrinya langsung mengkampak suaminya dengan alasan membela diri,"imbuhnya.

Kejadian 2 bulan 7 hari itu, terungkap saat Bazisokhi Nduru panggilan Yaman saudara korban melaporkan bahwa saudaranya Thenzokho Nduru, dibunuh oleh istrinya dan bukan pergi merantau.

"David Sumara, rekan kerjanya di perusahaan sawit PT SAK yang memberi tau, kepada saudaranya, kalau  Bazisokhi Nduru dibunuh, bukan pergi merantau,"jelasnya.

Imran Amir menegaskan, setelah menghabisi nyawa suaminya dengan mengkampak kepala Nduru, di bahagian kepala, setengah jam setelah itu, pelaku langsung mengubur korban di belakang rumahnya.

"Penguburan suaminya ini, dibantu oleh anak-anaknya atas permintaan pelaku setengah jam setelah dipastikan suaminya tidak bernyawa lagi,"tegasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya serta untuk penyidikan, kini, ibu lima anak tersebut diamankan di polres Dharmasraya. Sementara anaknya hanya sebagai saksi. "Kasus ini akan terus dikembangkan dan pihak penyidik akan memangil pihak perusahaan,"tukuknya.

"Pelaku dikenakan pasal 338 Jo 56 Ke 1e KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,"pungkasnya.(h/mdi)

loading...
Reporter : MDI /  Editor : DNJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]