Wah, Ternyata 400 Kapal Nelayan di Pasbar Tak Ada Izin Bawa Penumpang


Selasa, 03 September 2019 - 18:07:23 WIB
Wah, Ternyata 400 Kapal Nelayan di Pasbar Tak Ada Izin Bawa Penumpang Terlihat kapal nelayan sedang bersandar. Osniwati

PASBAR, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 400 lebih kapal nelayan pencari ikan yang tercatat di Kabupaten Pasaman Barat, tidak satu pun memiliki izin sebagai kapal pengangkut orang atau penumpang. Sehingga, insiden yang terjadi beberapa waktu lalu di Laut Air Bangis tidak terulang lagi.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Edison Zalmi kepada wartawan Selasa (3/9). Karena izin sejumlah kapal nelayan yang ada di Pasbar, hanya sebatas izin kapal penangkap ikan, bukan sebagai kapal penumpang. 

"Hingga saat ini, belum ada satu pun kapal nelayan yang memiliki izin yang peruntukannya digunakan sebagai kapal pengangkut orang atau penumpang.Sebab kapal nelayan yang ada di Pasbar tidak satu pun layak digunakan untuk kapal pengangkut orang. Untuk peruntukan kapal pengangkut orang atau penumpang itu, ada standarnya," sebutnya Edison Zalmi.

Ia menambahkan, sedangkan untuk segala perizinan peruntukan kapal, yang berhak mengeluarkan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur. 

"Kita akan segera berkoordinasi dengan KSOP terkait persoalan kapal ini. Para nelayan hendaknya jangan menggunakan kapal pencari ikan untuk mengangkut orang, apalagi sempat melebihi kapasitas. Ya, seperti kejadian kemaren kapal nelayan digunakan untuk mengangkut orang di Kecamatan Air Bangis. Kapal nelayan yang tenggelam dihantam ombak pada Minggu (1/9) lalu yang membawa penumpang di laut Air Bangis yang hampir karam diduga melebihi kapasitas,"Sebut Edison Zalmi.

Selain itu, lanjut Edison Zalmi seharusnya kapal seukuran GT4 tersebut, hanya bisa menampung dengan kapasitas berat 15 orang. 

"Beruntung sekitar 27 orang penumpang kapal tersebut selamat dan tidak ada korban jiwa.Kapal nelayan jangan sampai disalahgunakan peruntukannya. Jika terjadi kecelakaan bisa menjadi masalah," jelasnya.

Ia mengimbau, kepada nelayan agar tidak menggunakan kapal untuk mencari ikan sebagai kapal penumpang. Jika memang digunakan untuk penumpang, hendaknya jangan sampai melebihi kapasitas. Apalagi saat ini cuaca kurang bersahabat.

Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan KSOP terkait permasalahan itu, sebelum nantinya ada korban jiwa pada penumpang.

Ia menerangkan, kapal jenis GT atau tonase kotor tentu berbeda dengan kapal NT atau tonase bersih. Namun untuk penentuan jenis kapal GT atau NT adalah dari KSOP.

"Kita akan segera berkoordinasi dengan KSOP agar nantinya kapal nelayan tidak disalahgunakan lagi, apalagi jika ada kecelakaan laut," terangnya.(h/ows)

loading...
Reporter : Osniwati /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 08 Juli 2020 - 20:01:02 WIB

    Wah, Kapolda Sumbar dan Jajaran Latihan Menembak

    Wah, Kapolda Sumbar dan Jajaran Latihan Menembak HARIANHALUAN.COM - Untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan senjata api, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto beserta pejabat utama mengadakan latihan menembak. Latihan ini dilakukan di lapangan tembak Satbrimob Polda.
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 07:20:15 WIB

    Wah, Sumatra Barat Terbaik dalam Penggunaan Aplikasi SP4N-LAPOR!

    Wah, Sumatra Barat Terbaik dalam Penggunaan Aplikasi SP4N-LAPOR! HARIANHALUAN.COM - Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat mengikuti rapat Monitoring dan Evaluasi Layanan Pengaduan dan Informasi Publik lingkup pemerintah daerah y.
  • Rabu, 09 Oktober 2019 - 15:43:03 WIB

    Wah, Tiga Sirene Pendeteksi Tsunami Kota Pariaman Masih Rusak

    Wah, Tiga Sirene Pendeteksi Tsunami Kota Pariaman Masih Rusak PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Tiga alat serine pendeteksi dini tsunami di Kota Pariaman mengalami kerusakan, satu diantaranya rusak parah..
  • Jumat, 23 Agustus 2019 - 21:27:19 WIB

    Wah, Ternyata Ada Rekor Muri Dalam Giat KBN DI Padang Panjang

    Wah, Ternyata Ada Rekor Muri Dalam Giat KBN DI Padang Panjang PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM – Kegiatan Kemah Budaya Nasional yang akan di perhelat di Kota berjuluk “Serambi Mekkah”, diprediksi akan menjadi perhelatan akbar yang elegan, pasalnya, selain akan mendatangkan ribuan.
  • Senin, 19 Agustus 2019 - 14:02:02 WIB

    Wah, Ternyata Banyak Tanah di Limapuluh Kota Terjual ke Non Pribumi

    Wah, Ternyata Banyak Tanah di Limapuluh Kota Terjual ke Non Pribumi LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Kandidat Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) sampaikan sambutan dalam acara peringatan HUT RI ke 74 di Nagari Lubuak Batingkok, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (18/8). RKN .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]