Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka, Dirut PTPN III Dolly Pulungan Serahkan Diri


Rabu, 04 September 2019 - 12:30:54 WIB
Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka, Dirut PTPN III Dolly Pulungan Serahkan Diri Dirut PTPN III Dolly Pulungan menyerahkan diri ke KPK.

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Menyusul penetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap distribusi gula ,  akhirnya   Dirut PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan (DPU) menyerahkan diri ke KPK, Rabu dini hari (4/9/2019).

"Menyerahkan diri ke KPK dini hari tadi," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (4/9) seperti dikutip dari republika online.

Siang ini, tersangka Dolly sedang menjalani proses pemeriksaan di KPK. Dengan menyerahkan diri tersangka Dolly, maka terdapat satu tersangka lagi yang belum menyerahkan diri ke KPK, yakni pemilik PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi (PNO).

Sebelumnya Dolly telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap distribusi gula di PTPN III Tahun 2019 

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Sebagai pemberi yakni Pieko Nyotosetiadi. Adapun sebagai penerima, yakni Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana (IKL).
Untuk tersangka I Kadek telah dilakukan penahanan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Dalam konstruksi perkara dijelaskan bahwa Pieko adalah pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula.

Pada awal 2019, perusahaan milik Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PTPN III. Dalam kontrak itu, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak.

"Di PTPN III, terdapat aturan internal mengenai kajian penetapan harga gula bulanan. Pada penetapan harga gula tersebut harga gula disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, pengusaha gula (PNO) dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI)," ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif,  Selasa (3/9) malam.

Kemudian pada Sabtu (31/8), terjadi pertemuan antara Pieko, Dolly dan dan ASB selaku Ketua Umum Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta.

"Terdapat permintaan DPU ke PNO karena DPU membutuhkan uang terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui ASB," kata Syarif.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, ungkap dia, Dolly meminta I Kadek menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya.

"Uang 345 ribu dolar Singapura diduga merupakan biaya (fee) terkait dengan distribusi gula yang termasuk ruang lingkup pekerjaan PTPN IIIdan DPU merupakan Direktur Utama di BUMN tersebut," ujar Syarif.(rol)
 

loading...
 Sumber : ROL /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]