Dampak Kekeringan, Solsel Mulai Krisis Air Bersih


Rabu, 04 September 2019 - 15:52:01 WIB
Dampak Kekeringan, Solsel Mulai Krisis Air Bersih ilustrasi

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Dampak musim kemarau di Solsel ikut dirasakan oleh pelajar yang mengikuti program boarding school (asrama) di SMAN 7 Solsel. Sekolah yang berada di Nagari Abai Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH) itu terkendala pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari pelajar yang tinggal di asrama sekolah ini.

Hal ini diungkapkan, Kepala SMAN 7 Solsel, Lili Suryani, Rabu (4/9) saat ditemui Haluan. Lili mengatakan, jika sekolahnya mengalami krisis air bersih beberapa pekan belakangan. Biasanya, sumur bor yang berada di dekat asrama siswa tidak pernah terkendala persoalan air bersih, namun sekarang tidak mencukupi untuk kebutuhan 60 orang siswa dan tiga orang guru pembimbing yang tinggal di asrama itu.

 

"Dibandingkan sebelum musim kemarau, sumur bor untuk siswa yang tinggal diasrama melimpah ruah, sekarang tidak mencukupi lagi kebutuhan mandi, mencuci dan lainnya," katanya.

 

Sehingga, imbuhnya para siswa terpaksa pergi ke musala ataupun ke kamar mandi di ruang guru. Selain masalah air pihak sekolah, juga mengeluhkan seringnya padam listrik. "Seringkali padam listrik, mengakibatkan rentan rusak peralatan elektronik," katanya.

 

Sementara, seorang Guru SMAN 7 Solsel, Masrijal berharap krisis air dan krisis listrik segera dapat teratasi, untuk kebutuhan masyarakat dan kebutuhan siswa di sejumlah sekolah yang mengalami sulitnya air bersih.

 

"Harap kita hujan kembali turun dan listrik tak sering padam lagi," harapnya.

 

Terpisah, Camat Sangir Batang Hari, Gurhanadi menyebutkan saat ini, banyak warganya yang mengeluhkan persoalan air bersih. Namun, untuk antisipasi masih bisa pergi ke Sungai. "Syukur saja, di daerah kami banyak sungai. Jika tidak, tentu akan kesulitan mandi dan air untuk kebutuhan di masak," terangnya.

 

Sebulan yang lalu, katanya sudah didistribusikan air bersih oleh pihak PDAM Solsel, yang mana tentu saja tidak bisa disalurkan setiap hari apalagi kondisi geografis yang luas.

 

"Apalagi, wilayah kecamatan SBH adalah daerah perkebunan sawit, jika selalu dihadapkan dengan kondisi musim panas. Maka akan terjadi krisis air di masyarakat," tuturnya.

 

Ia mengaku, untuk rumah penduduk yang berdekatan dengan sungai besar dan kecil, atau yang memiliki air PAMSIMAS, maka bisa menikmati air. "Nah, bagi kawasan penduduk yang jauh dari sungai. Mereka pasti akan mengeluh, dan jauh mendapatkan air untuk kebutuhan air bersih," katanya.

 

Namun, kata Gurhanadi, masyatakat di daerah pengujung Solsel ini, tetap berharap hujan turun membasahi bumi. Sehingga sumur tanah yang menjadi tempat pasokan air untuk keluarga, terisi lagi dan untuk pemenuhan kebutuhan di masyarakat.

"Dengan kondisi sebagian daerah di Kecamatan Sangir Batang Hari yang sulit mendapatkan air, tentu saja akan membuat warga sedikit lebih jauh menjemput air atau mandi ke sungai," tutupnya. (h/jef)

 

loading...
Reporter : Jefli /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]