Pembunuh Istri Siri Divonis 15 Tahun Penjara


Rabu, 04 September 2019 - 16:31:18 WIB
Pembunuh Istri Siri Divonis 15 Tahun Penjara Terpidana Muhammad Jaini mendengarkan ungkapan penasehat hukumnya Yonefit Albasri dan Mustafa Akmal usai vonis dijatuhkan hakim. FERI MAULANA

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Pengadilan Negeri Batusangkar menjatuhkan vonis kepada terdakwa kasus pembunuhan istri siri dan sekaligus pembakaran rumah dengan hukuman 15 tahun penjara terhadap terdakwa Muhammad Jaini alias Jai (40) di Pengadilan Negeri Batusangkar, Rabu (4/9). Mendengar pukulan palu hakim saat sidang putusan itu, terdakwa Muhammad Jaini alias Jai langsung tertunduk lemas seakan tidak sanggup menjalani kenyataan pahit mendekam lama di tahanan.

Jai (40) yang divonis bersalah akibat membunuh istrinya Nuryawati (40) di persidangan Pengadilan Negeri Batusangkar, Rabu (4/9) itu, dalam menghadiri sidang tanpa disaksikan keluarganya maupun dari keluarga almarhumah istrinya. Sidang dipimpin hakim ketua Radius Chandra, hakim anggota Hasnul Fuad dan Amir El Hafidh serta panitera pengganti Elvirina, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gunanda dan Gilang Olla Ramadhan dan terdakwa didampingi penasehat hukumnya Yonefi Albasri Dt Malano Basa dan Mustafa Akmal Dt Sidi Ali.

Menurut JPU Gilang Olla Ramadhan, M Jaini telah melakukan pembunuhan berencana dan terdakwa terbukti melanggar dakwaan primer pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, tim Jaksa menuntut dengan hukuman penjara selama 17 tahun.

Dari beberapa sidang yang digelar dan mengacu pada barang bukti serta saksi-saksi ia terbukti bersalah melanggar dakwaan primer pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sehingga dijatuhi vonis 15 tahun.

Atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim tersebut, penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir. "Kami selaku tim penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir," ujar Yonefit didampingi Mustafa.

Terpisah, JPU Gunanda juga menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. "Kita juga menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut," kata Gunanda.

"Dalam fakta persidangan, kembali terungkap bahwa sebelum terjadi pembunuhan di rumah kontrakannya di Jorong Balai Labuah Nagari Lima Kaum pada Maret lalu, terdakwa sering melontarkan ancaman terhadap istri sirinya itu, bahkan sejak berada di Aceh hingga bertemu dengan istri sirinya itu di Lima Kaum Batusangkar, terdakwa terbukti membawa pisau, ini yang memberatkan klien kami," sebut Yonefit.

Seperti berita sebelumnya, motif pembunuhan karena terdakwa merasa didesak untuk menikahi istri sirinya secara sah, sementara terdakwa memiliki istri yang sah dengan empat anak, istrinya juga mengancam jika tidak dinikahi secara resmi akan meninggalkannya. Jai waktu itu menolak diajak nikah resmi, saat itu amarah pelaku memuncak ketika selalu diminta dirinya dinikahi secara resmi di KUA.

Tengah malam waktu itu terdakwa nekat menghabisi korban yang merupakan istrinya itu dengan menikam perutnya menggunakan sebilah pisau dan pelaku langsung melarikan diri serta di tengah persawahan ia mencoba menyayat lengannya ingin bunuh diri namun gagal karena saat itu warga dengan cepat membantu menyelematkan terdakwa dan dilarikan ke RSUD Ali Hanafiah untuk mendapatkan perawatan luka sayat di lengannya. (h/fma)

 

 

loading...
Reporter : Feri Maulana /  Editor : HSP
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]