Jika Diamanahkan, Firdaus Siap Pimpin NU Sumbar


Ahad, 08 September 2019 - 16:39:05 WIB
Jika Diamanahkan, Firdaus Siap Pimpin NU Sumbar FIRDAUS

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdatul Ulama (NU) Sumbar semakin hangat dibicarakan, bahkan sejumlah Tokoh NU sudah menyatakan sikap untuk maju di Konferwil itu, salah satunaya Firdaus menyatakan siap turun ke gelanggang jika ditugaskan Rais Syuriah NU untuk memimpin NU Sumbar.

“Ketua Tanfid NU Sumbar merupakan amanah. Jika memang diamanahkan, insya allah saya siap,” kata Firdaus yang baru dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Sumbar, Kamarin di Padang.

Menurut Firdaus, Rais Syuriah tidak melakukan pemilihan untuk menetapkan Ketua Tanfid NU, tetapi memutuskan secara mufakat melalui Ahwa, “jika  Rais Syuriah memutuskan Ketua Tanfid tersebut kepada saya, selaku kader saya siap untuk itu,” katanya.

Di sisi lain,  Mantan Katua Umum PMII Padang itu menyebutkan, selain dirinya, masih ada beberapa calon lain yang pantas untuk memimpin NU Sumatera Barat kedepan kalau memang Rais Syuriah menginginkan. Nama tersebut,  H. Febby Dt Bangso yang kini Staff Khusus Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dan sedang melanjutkan studi S3 Pariwisatanya di Malaysia. 

"Lacuik tangannya sudah kelihatan. PKB yang merupakan Parpol yang dilahirkan NU selama ini kurang mendapatkan tempat di ranah Minang, justru memberikan hasil mengembirakan pascapemilu 2019. Kursi PKB di DPRD Sumbar mau pun DPRD di kabupaten dan kota se Sumbar naik signifikan," kata Firdaus.

Ia juga mengatakan, hubungan silaturrahmi Datuk Febby dengan elit PKB sangat bagus.  Hampir semua tokoh berpengaruh di PKB dan Kementrian  akrab dengannya, sehingga keberadaannya sangat diharapkan untuk menyambungkan kepentingan umat dengan pemegang political will, begitu juga silaturrahminya kepada PBNU.

Ia juga pernah Ketua Cabang NU, Awan Rais Syuriah PWNU 

Terpisah, Febby Datuk Bangso justru menyatakan dukungannya untuk Firdaus  Tuangku Bagindo.  Katanya, Firdaus merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan estafet Tanfid NU Sumbar.

“Ia masih muda, energik dan dekat dengan banyak kalangan,” kata Febby Datuk Bangso.

Nama lain yang patut juga dipertimbangkan,  Genius Umar, Walikota Pariaman. H. Hendri, Kakanwil Kemenag Sumbar, yang alumni Canduang.  Pondok pesantren yang dirintis Syech Sulaiman Arrasuli punya hubungan keilmuan dan sejarah dengan KH Aysim Azhari, pendiri NU.  Di Akademisi ada Prof Ganefri, Rektor UNP. Satu nama lagi, Ahmad Wira, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Imam Bonjol.

“Kami  semuanya kader muda NU akan Sami'na Wato'na dan siap berkhidmat,” kata Febby Datuk Bangso.

Diketahui, NU menerapkan konsep Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) dalam pemilihan pemimpin baru di Nahdlatul Ulama. Konsepnya,  struktur Kepemimpinan NU saat ini terdiri dari Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah.

Mustasyar adalah badan penasihat yang dipilih oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah bersama tim formatur.

Syuriyah sebagai pemimpin tertinggi dipilih langsung oleh muktamirin atau peserta konferensi. Ketua tanfidziyah selaku pelaksana NU, juga dipilih langsung dengan persetujuan Rais Syuriyah terpilih.

Dalam praktiknya, Mustasyar yang berisi para ulama mumpuni, bertindak sebagai penasihat yang diperankan sebagai simbol semata. Mereka menyebut “seperti menempatkan ulama sepuh di parkiran”.

Mustasyar tidak memiliki fungsi sebagai mahkamah di internal jam’iyyah, karena fungsinya hanya penasihat. Nasihatnya bisa dipakai bisa tidak. Sementara organisasi NU berkembang sedemikian rupa di tengah situasi sosial dan politik, memerlukan kontrol dan dorongan dari para ulama. Namun ini tidak diperankan dan tidak terakomodasi dalam badan Mustasyar.

Adapun Rais Aam Syuriyah yang merupakan pemimpin tertinggi dengan legitimasi kuat hasil muktamar, juga tidak penah menjalankan fungsi mahkamah ketika ada pelanggaran khittah nahdliyah yang dilakukan oleh pengurus NU. Yang ada hanya teguran atau nasihat saja yang tidak membawa efek jera.

Akibat tidak pernah mendapat sanksi, kesalahan itu terus terulang, dan terulang. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan.

“Atas identifikasi masalah inilah diperlukan Ahlul Halli wal Aqdi,” tutur Muhammad Ali Usman, sekrataris tim perumus.(h/mg-hen).

loading...
Reporter : HENDRA /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 06 Mei 2020 - 08:04:05 WIB

    Pilkada Bisa Ditunda Lagi Jika Kondisi Ini Terjadi

    Pilkada Bisa Ditunda Lagi Jika Kondisi Ini Terjadi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah resmi menunda Pilkada 2020 hingga Desember akibat pandemi Covid 19 melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada pada Senin (4/5). Akan.
  • Jumat, 13 Desember 2019 - 19:27:42 WIB

    Begini Ancaman Massa 212 Jika 15 Hari Sukmawati Tak Diproses

    Begini Ancaman Massa 212 Jika 15 Hari Sukmawati Tak Diproses JAKARTA, HARIANHAALUAN.COM - Massa aksi dari Presidium Alumni 212 Jakarta Raya dan Front Pembela Islam (FPI) yang tergabung dalam Aksi Bela Islam Bela Rasulullah memberi tenggat waktu 15 hari bagi kepolisian untuk memproses h.
  • Selasa, 29 Oktober 2019 - 23:48:56 WIB

    Mantap...! Jika Kabinet Ingkar Janji, Amien Rais Siap Buat Perhitungan

    Mantap...! Jika Kabinet Ingkar Janji, Amien Rais Siap Buat Perhitungan YOGYAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Amien Rais berpendapat sebaiknya Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 diberikan kesempatan untuk bekerja. Namun jika kenyataannya sebaliknya, maka dirinya tak akan segan memberikan kritik..
  • Sabtu, 03 Agustus 2019 - 23:31:13 WIB

    PPP Setuju Jika MPR Dijadikan Rumah Kebangsaan

    PPP Setuju Jika  MPR Dijadikan Rumah Kebangsaan JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Ketua Fraksi PPP di MPR RI, Arwani Thomafi menyatakan setuju jika MPR dijadikan  sebagai rumah kebangsaan, sebagai lembaga yang diharapkan bisa jauh dari persoalan-persoalan politik. Tetapi keinginan.
  • Kamis, 07 Maret 2019 - 01:16:07 WIB

    Sandiaga Uno Batal ke Pasar Payakumbuh, Panitia: Selidiki Jika Ada Sabotase

    Sandiaga Uno Batal ke Pasar Payakumbuh, Panitia: Selidiki Jika Ada Sabotase PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM--Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno (SSU) berkunjung ke Sumbar, salah satu lokasi di Payakumbuh. Namun, di Kota Randang ini Sandiaga batal menyapa pendukung di Pasar Payak.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]