Dukung KPAI, YLKI: Penggunaan Logo Djarum dalam Audisi Langgar Regulasi


Senin, 09 September 2019 - 22:23:17 WIB
Dukung KPAI, YLKI: Penggunaan Logo Djarum dalam Audisi  Langgar Regulasi Polemik PB Djarum vs KPAI. (dok.Dtc/Okdwitya Karina Sari)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI), resmi menyatakan  mendukung Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan  Yayasan Lentera Anak Indonesia yang menuntut  agar  audisi pencarian bakat atlet badminton PB Djarum  tidak melibatkan logo merek rokok.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (9/9/2019) mengingatkan bahwa penggunaan logo Djarum tersebut melanggar regulasi yang ada yakni PP Nomor 109 Tahun 2012.

"Apa pun alasannya logo tersebut adalah citra dari produk tersebut adalah rokok, meski berkedok yayasan," kata Tulus Abadi.

Dia mengatakan dalam praktik olahraga di level internasional sekali pun termasuk di dalam bulu tangkis, memang dilarang untuk melibatkan industri rokok dalam bentuk apa pun.

YLKI juga mengkritik keras sikap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang justru mendukung audisi tersebut dengan sponsor PB Djarum.

Dia menegaskan, audisi untuk mencari bibit unggul di bidang bulu tangkis adalah hal yang positif, namun melibatkan industri rokok dan anak sebagai objeknya adalah tindakan yang tidak pantas dan melanggar regulasi.

Berdasarkan laporan Southeast Asia Tobacco Control Atlas, Wilayah Asia Tenggara menunjukkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di ASEAN, yaitu 65,19 juta orang, angka tersebut setara dengan 34 persen dari total penduduk Indonesia pada 2016.

Riset Kesehatan Dasar pada 2013 menyatakan sebanyak 12 juta perokok pasif adalah anak berusia 0-4 tahun.

Selain itu data yang diterbitkan Tobacco Control dan Support Center - IAKMI pada 2014 menunjukkan adanya kenaikan perokok di usia dini. Tren kenaikan signifikan terlihat pada mereka yang memulai merokok pada usia anak dengan rentang usia 5-14 tahun.

Jika pada 1995 ada sebanyak 9,6 persen penduduk Indonesia memulai rokok ada usia 5-14 tahun, pada 2001 jumlah itu naik menjadi 9,9 persen dan terus mengalami pelonjakan hingga 19,2 persen pada 2010. (ant/kps/sc)

loading...
 Sumber : SWC/ANT/KPS /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]