Datangi KPPU, Andre Laporkan Data Kasus 'Predatory Pricing' Semen China 


Senin, 09 September 2019 - 22:51:00 WIB
Datangi KPPU, Andre Laporkan Data Kasus 'Predatory Pricing' Semen China  Pbrik semen CONCH asal China di Kalimatantan.(Ekpos)


JAKARTA,HARIANHLUAN.COM- Laporannya ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengenai kasus predatory pricing pabrik semen CONCH asal China, kembali ditindaklanjuti  Politikus Gerindra Andre Rosiade, Senin (9/9) .

Menurut data yang disampaikan Andre, PT Semen Conch China Tabalong menjual semennya dengan harga sangat murah, sebesar Rp 50.000 per sak. Sedangkan, pabrik semen Indonesia, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menjual semen dengan harga Rp 53.000 per sak.

"Antara Indocement di Tarjun dengan semen CONCH, harga Indocement Tarjun Rp 53.000/sak, harga semen CONCH hanya Rp 50.000/sak," tutur Andre usai menyampaikan laporannya di kantor Pusat KPPU, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Praktik tersebut diduga menjadi penyebab PT Indocement Tunggal Prakarsa menghentikan produksinya selama 1,5 bulan ini.

Ia menyatakan, sejak Indocement berhenti produksi, CONCH menaikkan harga semennya bertahap menjadi Rp 60.000/sak, dan saat ini naiknya sekitar 7% menjadi Rp 65.000/sak.

"Tapi setelah Indocement di Tarjun setop dalam 1,5 bulan ini, harga semen CONCH per sak sekarang naik dari Rp 50.000, ke Rp 60.000, dan sekarang sudah naik ke Rp 65.000/sak di wilayah Kota Baru, Kalimantan Selatan. Naiknya luar biasa ini, mereka menaikkan 7%," papar Andre seperti dikutip detik.com.

Ia menyimpulkan, CONCH sengaja menjual rugi semennya. Akan tetapi, ketika kompetitornya 'mati', CONCH mulai menaikkan harga semennya.

"Sekarang mungkin mereka jual rugi atau jual murah, setelah pabrik-pabrik semen Indonesia tutup harga semen yang mereka jual sekarang Rp 50.000an bisa saja naik Rp 80.000. Karena itu lah strategi mereka ingin menghancurkan industri semen nasional kita. Setelah kita hancur, bangkrut, mereka ambil alih dan mereka akan kerek harga," terang Andre.

Menurutnya, berhentinya produksi PT Indocement Tunggal Prakarsa di Tarjun, Kalimantan Selatan itu sudah menjadi bukti berhasilnya praktik predatory pricing CONCH.

"Kalimantan Selatan sudah membuktikan hal itu. Di saat Indocement Tarjun setop 1,5 bulan ini, mereka jual naik Rp 65.000," ucapnya.

Terakhir, Andre berpesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KPPU agar menindaklanjuti dengan serius laporannya ini.

"Jadi kami minta KPPU serius bekerja," katanya.

"Kami minta Pak Jokowi bangun dari tidurnya. Industri semen kita di pinggir jurang, di ambang kematian dari serbuan industri semen Tiongkok," pungkas Andre.

loading...
 Sumber : SH /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]