Armada Kelebihan Muatan Merusak Jalan, Masyarakat Ranah Batahan Protes PTPN IV


Selasa, 10 September 2019 - 22:38:42 WIB
Armada Kelebihan Muatan Merusak Jalan, Masyarakat Ranah Batahan Protes PTPN IV Rapat yang digelar Pemda Pasbar berhasil mencarikan titik temu, OSNIWATI

PASBAR,HARIANHALUAN.COM-Masyarakat Kecamatan Ranah Batahan yang terdiri dari tiga Jorong yakni Desa Baru, Kampung Baru, dan Nagari Batahan memprotes  PT PN IV. Pasalnya, armada  perusahaan BUMN tersebut melewati jalan negara melebihi kapasitas yang ditentukan.

Masyarakat setempat memblokir jalan dan melarang mobil perusahaan untuk keluar masuk ke perusahaan tersebut. Alhasil, perusahaan merasa terganggu aktifitasnya dan masyarakat merasa aset negara dirusak. Sehingga Dinas Perhubungan mengambil tindakan agar masyarakat merasa tidak terzalimi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat Edison Zalmi segera g menggelar rapat tertutup di kantor bupati setempat pada Selasa (10/9) dihadiri oleh Sekda Pasbar Yudesri, masyarakat Kecamatan Ranah Batahan, Forkopimca membahas persoalan tersebut. 

"Jika jalan kami, yang notabene nya jalan kabupaten ditempuh setiap hari pasti rusak parah. Sekarang saja banyak jalan yang berlobang. Sebagai perusahaan negara, sudah tahu dengan aturan yang sudah berlaku selama ini. Kalau sudah jelas tertulis maksimal 8 ton, kenapa dilanggar juga aturan tersebut,"kata Batubara, masyarakat Ranah Batahan.

Padahal, di rambut-rambu sudah jelas tertulis maksimal 8 ton yang bisa melewati jalan tersebut. Artinya truk yang bermuatan di atas 8 ton tidak diperbolehkan. Kenyataannya masih ada truk yang lewat bermuatan di atas 8 ton bahkan muatan kendaraan ada 16 hingga 20 ton.

"Kami tidak rela jika jalan ini cepat rusak. Kalau bukan kami yang menjaga jalan ini, siapa lagi,"kata Batubara.
Sementara itu, juru bicara dari perusahaan PT PN IV Silalahi mengatakan bahwa pihaknya memang memiliki kendaraan yang bermuatan lebih dari 8 ton.

"Namun, kami dari pihak perusahaan meminta waktu kepada Pemda dan masyarakat bahwa kami meminta waktu selama 6 bulan untuk memperbaikinya,"tandas Silalahi.

Setelah rapat berjalan cukup alot, ditemukan tiga poin penting yang disepakati oleh pemerintah, masyarakat dan PT PN IV.
Pertama Keputusan rapat Perusahaan meminta waktu 6 bulan untuk melansir kendaraan yang bermuatan sawit, pupuk.

Kedua melaksanakan dokumentasi jalan, jika ada jalan yang rusak selama enam bulan perusahaan yang memperbaiki, dan Ketiga selain CPO, barang perusahaan dilansir mulai besok Rabu (11/9).

"Itu keputusan rapat kita hari ini, ada tiga poin penting dari kesepakatan kita tersebut. Kita berharap, PT PN IV bisa melaksanakan keputusan rapat ini dengan sebaik mungkin. Sehingga masyarakat tidak lagi melakukan tindakan menghalangi kegiatan di perusahaan tersebut," papar Sekda Pasbar Yudesri.(ows)


Reporter : OSNIWATY /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM