Ellen Songket Pasarkan Songket Silungkang Hingga ke Singapura


Rabu, 11 September 2019 - 15:38:02 WIB
Ellen Songket Pasarkan Songket Silungkang Hingga ke Singapura Transaksi songket Silungkang di Ellen Songket. Selama perhelatan SISSCa, Ellen songket meraup omset hingga ratusan juta rupian. RIKI YUHERMAN
SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Usaha pemerintah kota Sawahlunto untuk menduniakan tenunan Songket Silungkang melalui iven budaya Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa), secara perlahan telah membuahkan hasil. Iven SISSCa yang telah digelar sejak lima tahun silam itu telah mendapat pangsa pasar diluar negeri, yakni Singapura.
 
Adalah usaha tenun Songket Ellen, yang saat ini menyuplai tenunan Songket Silungkang dalam bentuk bahan jadi ke pasar Singapura. Dia menyebutkan, setidaknya dua kodi baju bahan dasar Silungkang ukuran S hingga XL dikirim ke Singapura setiap bulannya.
"Pernah juga songket Silungkang usaha Ellen, dipesan oleh Kerajaan Malaysia, untuk acara resepsi pernikahan. Jadi jika orang menilai Songket Silungkang bakal bisa go internasional, sebenarnya sudah menembus pasar Internasional, meski belum skala besar," kata Magdalena yang akrab disapa Ellen, pemilik usaha Ellen Songket kepada Haluan, Rabu (11/9).
 
Untuk pasar domestik sendiri sebut Ellen, hasil songket Silungkang dipasarkan di outlet-outlet ternama di Kota Padang dan juga pasar Pekanbaru.
"Alhamdulillah, pasar Songket Silungkang ini terus berkembang hingga luar negeri. Mudah mudahan bisa lebih luas dan banyak lagi, kalau bisa mungkin dalam skala grosir bisa dikirim ke luar negeri," ujarnya.
 
Ellen menyebutkan, dalam mengembangkan usahanya itu tidak sertamerta mampu dikenal luas, tapi juga melalui prosea dari bawah. Mulai dari belajar menenun sejak kelas 3 sekolah dasar dan menerima upah daru menenun di Silungkang hingga menenun sendiri dan menjualnya dengan cara dooor to door ke kantor kantir yang ada di Sawahlunto.
 
Kini sebutnya, untuk kebutuhan suplai tenun songket ke pelanggan, dirinya menerima dan menampung hasil karya dari penenun lainnya. Khususnya yang merupakan binaan atau penenun yang pernah dilatih oleh usaha songket Ellen.
"Setidaknya dalam sepekan, saya membeli hasil dari binaan tadi sebesar Rp35 juta perpekannya atau dalam sehari hari Rp3 - 5 juta," katanya.
 
Disinggung terkait  iven budaya SISSCa 6 - 8 September 2019 kemarin, Ellen mengatakan usahanya meraup omset hingga ratusan juta rupiah. Baik dalam penjualan bahan dan juga sewa bahan bagi peserta Carnival. Elllen menambahkan, iven seperti SiSSCa dan juga hari jadi kota Sawahlunto merupakaan saat saat omset usahanya melonjak dari hari biasa lainnya.
"Membesarkan usaha tenun songket bukan saja melalui promosi, tapi yang tidak kalah pentingnya menumbuhkan jumlah pengrajin yang dilakukan melalui pelatihan pelatihan. Semakin banyak pengrajin semakin baik, hal itu dikarenakan hasil produk yang sekarang ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara keseluruhan," tuturnya.
 
Sebelumnya, Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta menyebutkan, selama perhelatan SISSCa tidak kurang dari Rp600 juta rupiah transaksi ekonomi yang berputar. (h/rki)


Reporter : Riki Yuherman /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM