Diduga Korupsi, Mantan Direktur RSUD Dr.Rasidin Ditahan di Sel Khusus wanita


Kamis, 12 September 2019 - 10:21:05 WIB
Diduga Korupsi, Mantan Direktur  RSUD Dr.Rasidin Ditahan di Sel Khusus wanita Gedung RSUD Dr. Rasidin Padang berdiri megah. (net)

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Diduga lakukan tindak pidana korupsi, Mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Rasidin Padang, HS resmi ditahan pihak kepolisian.

Penahanan tersebut terkait pengembangan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat kesehatan (alkes) oleh petugas kepolisian dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang beberapa waktu lalu, yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 5,1 miliar.

Kapolres Kota Padang, AKBP Yulmar Try Himawan, saat konfirmasi pers di Polresta Padang, Rabu (11/9), menjelaskan beberapa hal terkait kasus tersebut.

"Tersangka ini ada lima orang, namun yang baru selesai diperiksa baru satu orang. HS berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara empat orang lainnya merupakan penyedia atau pihak ketiga," jelasnya.

Yulmar menjelaskan, empat saksi belum ditahan karena belum selesai melakukan pemeriksaan dan tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Jika pada panggilan selanjutnya para tersangka ini tak juga datang, tentu akan kita upayakan pemanggilan paksa," tuturnya.

Dalam kasus pengadaan alat kesehatan di rumah sakit  tersebut, polisi telah melakukan pemeriksaan sebanyak 50 orang.

"Baik dari lingkungan ASN sendiri maupun dari penyedia yang terkait dengan kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan, modus operandi mereka adalah melakukan penggelembungan anggaran," terangnya.

Saat ini, HS telah ditahan di sel khusus wanita Polresta Padang yang berada di Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Timur, jalan Dr Sutomo, Marapalam. 

Sebelumnya, petugas kepolisian dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Rasidin Padang, Jumat (6/9).

"Kami melakukan penggeledahan terkait kasus yang sedang kami tangani ini dan memeriksa sejumlah ruangan, termasuk ruangan Direktur Utama (Dirut)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Padang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Edriyan Wiguna.

Selain memeriksa ruang Dirut, Herlin Sridiani, penyidik kepolisian juga melakukan penggeledahan di ruang Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan, Wirdanelly ZM dan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program RSUD Dr Rasidin Padang, Sofianita.

"Kami periksa sejumlah dokumen dan berkas-berkas terkait korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) tersebut. Kita tetap gunakan asas praduga tak bersalah dahulu sampai majelis hakim di pengadilan memberikan vonis. Penggeledahan ini juga merupakan bagian dari upaya mencari bukti-bukti atau temuan di lapangan," imbuhnya.

Penggeledahan yang dilakukan polisi tersebut buntut dari laporan yang masuk dari masyarakat pada Maret 2016, dimana pada waktu itu RSUD Dr Rasidin Padang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan dekosentrasi APBN-TP 2013 sebesar Rp10 miliar pada Februari 2013 dan juga telah diaudit secara internal oleh Direktorat Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) dengan melampirkan dokumen atau berkas pembanding. (h/mg-tio)

loading...
Reporter : TIO F /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]