Stop Kekerasan! Nelayan Danau Singkarak Sampaikan Aspirasi ke DPRD Sumbar 


Kamis, 12 September 2019 - 21:31:24 WIB
Stop Kekerasan! Nelayan Danau Singkarak Sampaikan Aspirasi ke DPRD Sumbar  Kedatangan nelayan diterima oleh anggota DPRD Sumbar Arkadius Dt. Intan Bano. IST

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Puluhan Nelayan yang tergabung dalam Assosiasi Masyarakat Nelayan Danau Singkarak (Amandas) datangi Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk menyampaikan aspirasi terkait Pemprov Sumbar melakukan penertibkan dan larangan menggunakan alat tangkap ikan berupa bagan di Danau Singkarak, Rabu (11/9). 

Aspirasi nelayan Amanads diterima oleh anggota DPRD Sumbar Arkadius Dt. Intan Bano dari Fraksi Demokrat asal daerah pemilihan Sumbar 6 yang didampingi  Kasi Pengawasan UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan DKP Propinsi Sumbar Irwan,  S.P.I. Sementara dari pihak nelayan Amanand hadir 12 orang perwakilan pengurus yang berasal dari nelayan Danau Singkarak yang berdomisili di wilayah Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. 

Koordinator aspirasi Amanads, Hendri Yendri menyampaikan agar Gubernur Sumbar melalaui Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Porprov Sumbar kiranya meninjau kembali kebijakan penertiban dan pelarangan alat tangkap nelayan jaring angkat atau bagan di Danau Singkarak karena akan mematikan mata pencarian nelayan yang akan menghidupkan keluargan mereka.  Nelayan Amanads juga mengharapkan Dinas Perikainan tetap mengizinkan nelayan menangkap ikan dengan alat tangkap bagan, dengan catatan nelayan seluruhnya akan menukar mata jaring dari yang halus kepada mata jaring yang kasar 3/4,  sehingga ikan yang kecil terutama ikan bilih tidak ditangkap. 

"Kami memohon kepada Bapak Anggota DPRD Sumbar  menyampaikan kepada Dinas Periknanan Pemprov untuk meninjau kebijakan penertiban dan pelatangan alat tangkap ikan jenis bagan di Danau Singkarak. Kami berjanji akan mengganti seluruh mata jaring angkat bagan dari mata jaring yang yang halus ke yang kasar. Kami pengurus Amanand siap membantu menertikan semua anggota untuk pelestarian ikan bilih di Danau Singkarak. ini" ujar Hendri Yendri yang diamani oleh pengurus Nasrul dan M. Nur serta koordinator perwakilan nelayan dari wilayah Solok dan Tanah Datar. 

H. Arkadius Dt. Intan Bano memberikan apresiasi yang tinggi kepada nelayan Danau Singkarak atas aspirasinya,  dan mengatakan bahwa, tergantung dari istansi terkait bagaimana menindaklanjuti untuk penyelamatan Danau Singkarak , terutama keadaan para nelayan yang sudah kesulitan mendapatkan ikan terutama ikan bikih, karena hari ini hanya bersifat konsultasi, nanti setelah diserahkan  berkas aspirasinya ke pimpinan  baru  ditindaklanjuti.

"Jadi bersabar dulu para nelayan kami akan sampaikan kepada pimpinan dan anggota lain, biar nanti dibicarakan dengan Pemprov Sumbar terutama Dinas terkait" ujar Arkadius. 

Lebih lanjut, Arkadius sangat menghargaai tekat dari para nelayan bahwa ikan bilih harus diletarikan karena ini satu-satunya jenis ikan di dunia. Makanya pemerintah harus menjaga kelestariannya. Disisi lain masyarakat nelayan juga harus menghidupkan mata pencariannya. "Duduk semeja dulu antara DKP dengan nelayan. Ikan bilih kita jaga kelestariannya dan masyarakat bisa dapat juga mata prncariannya" ujar Arkadius.

Stop Penindakan

Sebelumnya, para nelayan juga menyampikan aspirasi kepada  tokoh masyarakat  Tanah Datar, M. Nur Idris.
 

Dari pertemuan itu, M. Nur Idris meminta Pemprov Sumbar  untuk mencarikan solusi dan kebijakan masalah keluhan dan aspirasi nelayan  ini.

"Kita setuju komitment Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjaga dan melestarikan Ikan Bilih di Danau Sungkarak, namun pelarangan dan penertiban alat tangkap nelayan berupa seperti bagan atau jaring angkat secara keras apalagi sampai merusak bagan nelayan juga kebijakan yang tidak elok. Karena bisa merugikan nelayan yang termasuk kelompok keluarga menengah dan miskin," ujarnya saat itu.

"Kita setuju pelestarian ikan bilih danau singkarak jangan sampai punah karena keberadaan ikan bilih hanya di danau singkarak satu-satunya di dunia. Tapi jangan diklaim sepihak bahwa punahnya ikan bilih saat ini karena nelayan menangkap ikan pakai jaring angkat atau bagan saja penyebabnya. Dan Pemprov teganya menertibkan bagan nelayan bahkan sampai merusak. Tapi  tanpa ada solusi yang jelas," ujar M. Nur Idris usai menerima Amanads di kediamannya di Padang Panjang, Kamis (5/9).  (dn/rl)

 Sumber : RL /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]