Tolak Proyek Pariwisata, Warga dan Aparat Bentrok di Toba Samosir


Kamis, 12 September 2019 - 21:50:58 WIB
Tolak Proyek Pariwisata, Warga dan Aparat Bentrok di Toba Samosir Ilustrasi

MEDAN, HARIANHALUAN.COM – Sekelompok warga Desa Sigapitan, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara bentrok dengan aparat, Kamis (12/9). Bentrokan terjai terkait pembangunan kawasan pariwisata di wilayah Danau Toba.

Salah satu pendamping warga dari Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Rocky Pasaribu dipukul oleh aparat kepolisian.

"Aku kena (pukul) ketika berusaha menghentikan eskavator dilanjutkan. Aku bilang, tolong berdialog dulu, tapi mereka memukul dan menjatuhkan aku," kata Rocky dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (12/9).

Rocky terluka di mata sebelah kiri. Polisi juga berusaha menangkap dan membawanya ke kantor polisi setempat."Mereka memaksa aku ditangkap dan dibawa ke Polres. Tapi aku dilindungi warga jadi tidak dibawa ke Polres," ujarnya.

Selain pemukulan oleh aparat kepolisian, Rocky mengatakan sejumlah orang mengalami pingsan.

Sementara beberapa ibu-ibu terpaksa melepaskan pakaian sebagai bentuk penolakan. Mereka berhadapan dengan petugas Satpol PP. Namun aksi buka baju itu tidak mampu menghentikan kegiatan pembangunan.

"Ibu-ibu buka baju sekitar 20 sampai 30 orang, mereka nekat buka baju tapi dihentikan. Polisi dan Satpol PP menghalangi dan membuka jalan wilayah adat," ujarnya.

Kejadian itu bermula ketika Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mengirim alat berat ke Desa Sigapiton untuk membangun jalan dari The Nomadic Kaldera Toba Escape menuju Batu Silali sepanjang 1.900 meter dan lebar 18 meter. Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari pengembangan industri pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Bersama dengan alat berat, BPODT mengajak aparat keamanan. Sekitar seratusan orang dari masyarakat adat Sigapiton bersama KSPPM menghadang upaya memasukkan alat-alat berat yang akan menggilas tanah dan hutannya.

Bentrokan pun tak terhindarkan. Seorang di barisan warga terkena pukul aparat di bagian mata kiri. Masyarakat terus bertahan sekalipun di bawah ancaman kekerasan.

Saat dikonfirmasi terpisah, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo belum mengetahui peristiwa tersebut. Pihaknya masih menanyakan kejadian itu kepada kepolisian setempat.

 

loading...
 Sumber : CNNIndonesia /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]