Kadispar Sumbar: Rute Tour de Singkarak 2019 Tetap Melewati Danau Singkarak


Kamis, 12 September 2019 - 22:06:21 WIB
Kadispar Sumbar: Rute Tour de Singkarak 2019 Tetap Melewati Danau Singkarak Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Polemik terkait pencabutan rute yang melewati Danau Singkarak pada pagelaran balap sepeda tahunan, Tour de Singkarak (TdS) terus bergulir. Mencoba menguraikan kesimpangsiuran informasi, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sumbar, Oni Yulfian menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

Oni meyakinkan, informasi yang menyebutkan bahwa TdS tahun ini tidak melewati Danau Singkarak sama sekali tidak benar. Semuanya, kata Oni, hanya sebuah kesalahpahaman yang berawal dari usulan Pemkab Solok untuk mengganti garis start etape 6 yang semula berada di Dermaga Danau Singkarak, dipindahkan ke Taman Kota Arosuka. Usulan ini disampaikan saat rapat koordinasi (rakor) pada 12 Juli lalu.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

"Alasannya karena Pemkab Solok ingin memperkenalkan pusat pemerintahan serta objek-objek wisata lain yang sebelumnya tidak pernah dilewati TdS," ujar Oni dalam pernyataan tertulis, Rabu (11/9) malam.

Usulan tersebut kemudian ditegaskan melalui Surat Resmi Bupati Solok Nomor 556/258/Disparbud-2019 Tanggal 16 Juli 2019 Perihal: Permohonan Jalur Etape TdS 2019 di Kabupaten Solok. Menanggapi hal ini Dispar Sumbar mengirimkan surat balasan Nomor 556.1/406/Dispar-Pem/VII-2019 Tanggal 30 Juli 2019 Perihal: Pertimbangan Jalur Etape TdS 2019 di Kabupaten Solok.

Baca Juga : Sejak Awal Lebaran, Masuk ke Pantai Tiram Berbayar

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Dispar Sumbar tidak bisa mengakomodasi usulan dari Pemkab Solok. Pasalnya, jika garis start dipindahkan ke Arosuka, maka panjang rute yang dilewati akan bertambah menjadi ± 250 km.

"Etape sebelumnya sudah melebihi jarak tempuh mencapai 200 km, sehingga apabila ditambah akan beresiko mengurangi peserta karena kelelahan, dan dikhawatirkan jumlah pembalap pada etape berikutnya akan berkurang. Selain itu, juga dikhawatirkan hal ini dapat menimbulkan kemacetan panjang karena buka tutup ruas jalan yang terlalu lama pada rute tersebut," tutur Oni.

Kemudian, pada survei kedua yang dilakukan pada 17 Agustus lalu, didapati rute baru dengan Arosuka sebagai titik start. Rute tersebut adalah THKW Arosuka–Pintu Angin–Simpang Jl. Baru Guguak–Guguak–Talang– Cupak–Koto Baru–Salayo–Simpang Bypass–Simpang Rumbio–Panyakalan–Bukit Tandang–Kubang Nan Duo–Sungai Nanam–Pasar Alahan Panjang–Simpang Taratak Galundi–Galagah–Aie Dingin–Surian.

"Nah, ini rute alternatifnya. Bisa dilihat bahwa rute tersebut tidak melewati Danau Singkarak. Hal ini lantaran apabila dipaksakan untuk melewati Danau Singkarak, maka jarak rute yang ditempuh akan menjadi lebih dari 250 km, dan itu melebihi jarak yang ditetapkan oleh UCI," katanya.

Di sinilah, ujar Oni, kesalahpahaman terjadi. Ia mengatakan, rute tersebut baru sebatas alternatif yang ingin ditunjukkan kepada Pemkab Solok seandainya titik start diganti.

"Dan, yang paling penting, itu belum final. Masih ada survei ketiga yang akan dilakukan pada 17–20 September mendatang," ujarnya. (*)

Reporter : Dani | Editor : DavidR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]