Polres Bukittinggi Ungkap Misteri Mayat di Selokan, Begini Kronologinya


Sabtu, 14 September 2019 - 10:54:10 WIB
Polres Bukittinggi Ungkap Misteri Mayat di Selokan, Begini Kronologinya Lima orang pelaku penganiayaan ditangkap Tim Jatanras Polres Bukittinggi. Waka Polres Bukittinggi didampingi Kabag Ops melakukan jumpa pers di Aula Mapolres Bukittinggi, Jumat (13/9). YURSIL/Haluan

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Misteri mayat yang ditemukan dalam selokan Jalan H. Agus Salim Bukittinggi pada Senin (9/9) terjawab sudah. Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Bukittinggi berhasil mengungkap kasus tersebut dimana mayat merupakan korban penganiayaan sebelumnya.

Tim Jatanras Polres Bukittinggi yang dikomandoi AKP Pradipta Putra Pratama berhasil menangkap 5 orang pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya, Gean Navanda (24) warga, Tanah Sirah no 13 RT 001 RW 003 Tanah Sirah Kec. Lubug Begalung Kota Padang.

 

Wakil Kepala (Waka) Polres Bukittinggi Kompol Sumintak dalam jumpa pers, Jumat (13/9) malam mengatakan, pelaku penganiayaan itu dilakukan 5 orang pelaku, 4 orang merupakan pegawai Ramayana Bukittinggi dan 1 orang security di tempat yang sama.

Kelima pelaku tersebut bernama, Rino Saputra, Randi Rinaldi, Andika Septiandi, Fajar Ilahi dan Jefrin Putra Harefa. Mereka diamankan oleh tim Jatanras Polres Bukittinggi saat sedang bekerja di Ramayana, Rabu (11/9) siang.

"Alhamdulillah dalam waktu 24 jam kita berhasil mengungkap kematian korban. Dari hasil penyelidikan kita dan menurut pengakuan pelaku, korban dianiaya karena ketahuan mencuri (mengutil) satu buah sabun pembersih wajah merek Pounds di Ramayana Deptore," kata Sumintak.

Ia menambahkan, hasil otopsi Rumah Sakit Bhayangkara Padang menyebutkan ditemukan trauma (luka lebab) disebagian tubuh korban mulai dari kepala hingga kaki korban.

Selain itu, hasil otopsi juga menyebutkan korban tewas sekitar 4 jam setelah dianiaya. "Pengakuan pelaku penganiayaan dilakukan pada Minggu sekitar pukul 20,00 WIB. Jadi kita perkirakan korban meninggal sekitar pukul 24,00 WIB hingga pukul 04,00 WIB pada Senin dinihari," ulasnya.

Kepala Jatanras Polres Bukittinggi AKP Pradipta Putra Pratama menyebutkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang melihat korban berada di Ramayana sebelum korban ditemukan tewas.

"Dari informasi itu, kita melakukan penyelidikan, hasil rekaman CCTV Ramayana terlihat korban dikeroyok secara bersama sama di lorong ruangan security," kata Pradipta yang juga menjabat Kasat Narkoba Polres Bukittinggi.

Ia menambahkan, usai dikeroyok korban lari dari lantai 3 ke lantai 1 dengan menggunakan eskalator. Sewaktu di eskalator korban sempat terjatuh.

"Karena trauma korban lari dari Ramayana dan sembunyi di dalam selokan, untuk lebih jelasnya kita akan melakukan penyelidikan lebih dalam lagi," ungkap Pradipta.

Selain mengamankan lima orang tersangka pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa sabun pencuci wajah merek Pounds, sandal korban, baju dan sepatu pelaku.

Pelaku disangkakan melakukan kekerasan secara bersama yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia melanggar pasal 170 ayat (2) huruf 3e dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sebelumnya, warga Bukittinggi digegerkan penemuan mayat di dalam selokan jalan H. Agus Salim tepatnya disamping Istana Bung Hatta Bukittinggi, Senin (9/9) sekitar pukul 10,30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan Roby Rahmat seorang pekerja proyek pembuatan trotoar jalan, ia melihat kaki mayat dari lobang selokan ketika akan mengambil air minum. Penemuan mayat itu langsung diberitahukan kepada pekerja lain dan pihak kepolisian.

Tante korban Ernita Basri (43) mengatakan, korban bersama rombongan berangkat dari Padang menuju Bukittinggi untuk berwisata. Menjelang Maghrib korban minta izin kepada neneknya untuk membeli rokok, sejak saat itu korban tidak ditemui lagi.

"Selama ini korban menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Gadut Padang. Menjelang maghrib ia minta izin membeli rokok namun sejak saat itu korban tidak ditemukan lagi, kami sudah beusaha mencari korban hingga jam 2 malam, namun korban tidak ditemukan. Kemudian kami dapat kabar bahwa korban ditemukan di dalam selokan," ungkapnya. (*)

loading...
Reporter : Yursil /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]