Miris!!, Peralatan Minim, Pasien RSUD Sungai Dareh Ini Gagal Operasi


Sabtu, 14 September 2019 - 21:47:06 WIB
Miris!!, Peralatan Minim, Pasien RSUD Sungai Dareh Ini Gagal Operasi Dovi Okta salah seorang Pasien RSUD Sungai Dareh gagal operasi buka pen di dalam kakinya. BADRI

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN,COM - Minimnya peralatan hingga ke pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, mengancam keselamatan masyarakat saat ini dirasakan salah seorang pasien bernama Dovi Okta (8).

Bocah yang duduk dikelas 4 sekolah dasar saat pembukaan pen pada kakinya yang patah beberapa bulan lalu akibat di tabrak sepeda motor di Jalan Lintas Sumatera KM2 Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, ketika bocah malang ini hendak melintas jalan.

Informasi di dapat haluan, Sabtu (14/9) dari kedua orang tua bocah warga Nagari Sungai Dareh ini, menyebutkan, dirinya mendatangi RSUD Sungai Dareh hendak membuka pen yang ada di dalam kaki anaknya, ketika di konsultasikan sama pihak dokter RSUD Sungai Dareh kata dokter itu pihak rumah sakit bisa untuk membuka pen yang ada di dalam kaki pasien, namun kebalikannya dan menjadi praktek oleh oknum dokter tersebut.

 "Saya sangat mensesali dan kecewa pelayanan di RSUD Sungai Dareh ini, dengan pelayanan rumah sakit ini anak saya yang operasi pelepasan pen pada tulang kaki Luntang Lantung akbiat praktek Operasi di RSUD plat merah ini, anak saya yang selesai operasi tadi siang sekarang menangis kasakitan, awalnya pihak rumah sakit sanggup untuk melakukan operasi pelepasan pen pada kaki anak saya tapi setelah operasi berlangsung pihak rumah sakit tidak sanggup dengan alasan karena kurangnya peralatan dirumah sakit saat di tangani dokter bernama Icuk," kata Endang (35) ibu Dovi.

Ucapan yang sama juga dikatakan Bapak pasien bernama Isal (38) dirinya sangat mengeluh, rumah sakit bertele tele dalam menangani anak kami saat anak Konsul di RSUD pihak rumah sakit mengusulkan untuk membuka pen di RSUD awalnya kami ingin merujuknya kepadang tetapi di usulkan disini saat di operasi pihak rumah sakit bilang tidak sanggup, dan mengatakan menyuruh untuk di rujuk ke Padang. "Kalau dari awal memang tidak bisa mengapa harus bilang dan setelah kakinya di bedah pihak rumah sakit mengatakan begitu dengan alasan kekurangan alat sekarang anak kami menangis kesakitan dan tidak bisa sekolah," sebut Isal.

Sementara, pihak dokter menangani pembukaan pen terhadap Dovi, ketika di konfirmasi, membenarkan beberapa peralatan dalam membuka pen pasien ternyata tidak ada dan di sarankan untuk kembali ke salah satu rumah sakit yang ada di kota Padang. (h/bdr)

loading...
Reporter : Badri /  Editor : HSP
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]