Maju Jadi Bupati, Sektor Ekonomi Prioritas Darman Sahladi


Ahad, 15 September 2019 - 22:11:22 WIB
Maju Jadi Bupati, Sektor Ekonomi Prioritas Darman Sahladi Darman Saldi

LIMAPULUHKOTA,HARIANHALUAN.COM-Data BPS Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2018 yang menyebutkan masih ada 26.930 penduduk Limapuluh Kota dalam kategori miskin dinilai Darman Sahladi sebagai sebuah bencana kemanusiaan yang tidak realistis.

“Ada yang salah dalam managemen dalam mendongkrak perekomomian masyarakat. Perlu sebuah metode untuk mendongkrak bagaimana hasil alam komoditi ungguglan disetiap nagari ini mampu memaksimalkan kehidupan masyarakatnya sendiri. Karena mayoritas masyarakat kita bertani, kenapa tidak fokus dalam mencarikan solusi bagi petani. Saya jamin, tidak akan ada masyarakat Limapuluh Kota yang miskin,” ucap Darman Sahladi, kandidat Bupati Limapuluh Kota pada Minggu (15/9) siang.

Dicontohkannya, beberapa nagari di Akabiluru seperti Sariak Laweh, Batu Hampa, Koto Tangah dan Suayan merupakan daerah penghasil Kakao. Kemudian daerah-daerah di Kecamatan Pangkalan, Kapur IX dan Bukit Barisan selalu mengeluarkan Gambir dengan jumlah puluhan ton setiap hari. Termasuk daerah-daerah dingin seperti Situjuh, Luak dan Halaban, banyak petani yang berhasil menanam ubi dan jagung. Sedangkan di Kecamatan Mungka dan Guguak, banyak masyarakat yang sukses di sektor peternakan.

Namun, hasil pertanian dan peternakan yang dihasilkan oleh petani Limapuluh Kota selalu ditawar dengan harga murah oleh pengumpul tanpa pengawasan dari BUMNag, koperasi maupun organisasi petani yang ada di nagari. Jika realita seperti ini terus berlanjut, puluhan ribu masyarakat Limapuluh Kota akan tetap dalam label Miskin. 

“Petani dan masyarakat Limapuluh Kota ini butuh perhatian yang khusus. Perhatian ini adalah rangsangan untuk memotivasi agar kehidupan mereka jauh lebih baik. Namun tentunya tidak dengan kata-kata saja. Harus ada tindakan nyata untuk hal ini. Nah, yang harus bertindak itu harusnya dari kalangan atas terlebih dahulu. Mulai dari Bupati, Kepala Dinas, Camat, Wali Nagari dan barulah ketua-ketua kelompok usaha atau organisasi yang ada di setiap nagari,” ucapnya. 

Darman Sahladi menawarkan program penguatan keuangan nagari. Caranya dengan meletakkan keuangan APBD yang dijatahkan kepada masyarakat ke Nagari. Bukan lagi diletakkan di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Dengan itu, kelompok-kelompok masyarakat dan petani di nagari tersebut memiliki modal yang kuat untuk bisa mengembangkan diri. Sedangkan Pemkab Limapuluh Kota hanya melakukan pengawasan dengan sistem baru yang akan dirangkum oleh Darman Sahladi. 

“Dengan bantuan anggaran dari APBD dan dibantu oleh dana Desa, pastinya organisasi dan kelompok masyarakat di nagari-nagari bisa lebih leluasa mengeksploitasi kemampuan dirinya masing-masing. Tanpa harus melalui prosedur birokrasi dan negosiasi yang rumit lagi. Bagaimana sistem dan skenarionya sudah ada dalam konsep saya. Termasuk bagaimana mekanisme pengawasannya,” jelas lulusan Fakultas Ekonomi Unand tersebut. 

Dengan hal itu, pastinya anggaran yang diberikan ke Pemkab Limapuluh Kota oleh Pemerintah Pusat bisa termaksimalkan. Para kelompok dan organisasi masyarakat di Nagari-Nagari pastinya akan menggunakan anggaran tersebut untuk kemaslahatan masyarakatnya sendiri di nagari-nagari dengan berbagai program.
 
“Masyarakat kita di Limapuluh Kota ini masih sangat kental dengan budaya gotong royong. Jika hal ini diaplikasikan dengan baik, jumlah angka kemiskinan Limapuluh Kota akan turun drastis. Bahkan tidak ada lagi yang miskin. Jikapun masih ada yang miskin, berarti mereka tergolong orang yang pemalas atau bermoral rendah dan akhirnya dikucilkan oleh masyarakat sekitar,” jelas anggota DPRD Sumbar dua periode tersebut . (h/ddg)


Reporter : DADANG /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM