Tak Lagi Wajibkan Label Halal Daging Impor, Warga Minta Menteri Perdagangan Dicopot


Ahad, 15 September 2019 - 00:03:42 WIB
Tak Lagi Wajibkan Label Halal Daging Impor, Warga Minta Menteri Perdagangan Dicopot Daging impor. dok.tempo

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Aturan baru Kementerian Perdagangan ihwal impor produk hewan yang tak lagi mewajibkan mencantumkan label halal, mengundang protes keras  masyarakat. Diantara mereka  bahkan ada yang minta pencopotan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Saya sangat tidak setuju. Bagi saya halal yang utama dan wajib ada label di produk impor," kata Wilda Rahma, 49 tahun, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari tempo.co Minggu (15/9/2019).

Menurut Wilda, kebijakan pemerintah tidak tepat menghilangkan label halal di produk daging impor. Sebab, penduduk Indonesia yang mayoritas muslim membutuhkan adanya kepastian halal pada produk yang mereka konsumsi.

Semestinya, kata dia, regulasi yang dibuat pemerintah terkait halal lebih diperketat dengan pengawasan dan evaluasi. Bukan sebaliknya.

 "Menteri Perdagangan tidak bisa menghargai umat Islam di Indonesia. Lebih baik dicopot. Banyak pengganti yang lebih baik," katanya.

Dewanti, 20 tahun, warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, juga menolak Permendag itu. "Daging impor yang ada tulisan halal saja kadang masih meragukan. Apalagi yang tidak ada labelnya," kata dia.
Warga Rawamangun, Jakarta Timur, Dita Amalia, 45 tahun, malah mengatakan kalau pemerintah menjerumuskan umat muslim dengan kebijakan baru itu. 

Menurutnya, produk halal tidak bisa ditawar lagi. Karenanya dia menginginkan tetap ada label halal.

Diketahui, aturan baru Kementerian Perdagangan ihwal impor produk hewan yang tak lagi mewajibkan mencantumkan label halal  tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 59 tahun 2019.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyesalkan adanya kebijakan pemerintah yang menerbitkan Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan ekspor dan impor hewan dan produk hewan. Dalam aturan yang merevisi Permendag 59 Tahun 2016 itu, impor produk hewan tak lagi diwajibkan mencantumkan label halal.

Oleh karena itu PKS menentang adanya Permendag yang tak wajibkan lagi label halal pada daging impor maupun ekspor itu. "Saya sangat menyesalkan, menurut saya fraksi PKS juga menentang Permendag ini. Harus betul-betul keputusan ini mengikuti kepada kemaslahatan umat," ujarnya.*
 


 Sumber : TMP /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 01 November 2019 - 10:48:08 WIB

    Kabar Tak Sedap..! Resesi Dunia Sudah Landa Hong Kong, Indonesia Mesti Waspada

    Kabar Tak Sedap..!  Resesi  Dunia Sudah Landa Hong Kong, Indonesia Mesti Waspada HONG KONG,HARIANHALUAN.COM-Gelombang resesi dunia yang dikhawatirkan itu akhirnya jadi kenyataan jua di Hong Kong. Bursa Saham utama Asia, berguguran di kota  yang menjadi salah satu pusat perdagaan dunia ini..
  • Senin, 28 Oktober 2019 - 11:30:27 WIB

    Modal Rp 5 Juta, Pria Ini Cetak Ratusan Juta dari Sneakers

    Modal Rp 5 Juta, Pria Ini Cetak Ratusan Juta dari Sneakers JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Muhammad Helmi Imaduddin mungkin tak menyangka bisnis sepatu sneakers akan sebesar seperti saat ini. Pria tersebut kini meraih omzet hingga ratusan juta dari bisnis sepatu alas karet ini. Bisnis se.
  • Sabtu, 26 Oktober 2019 - 07:14:01 WIB

    Jeff Bezos Tak Lagi Terkaya, Siapa Penggantinya?

    Jeff Bezos Tak Lagi Terkaya, Siapa Penggantinya? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Beberapa lama menjadi orang terkaya di dunia, Jeff Bezos akhirnya tersungkur. Pendiri Amazon itu terimbas dari turunnya harga saham raksasa e-commerce yang ia besarkan..
  • Jumat, 25 Oktober 2019 - 17:13:05 WIB

    Rupiah Menggertak, Dolar AS Langsung Terdepak!

    Rupiah Menggertak, Dolar AS Langsung Terdepak! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Rupiah kembali mengukuhkan diri sebagai mata uang yang tak bisa dianggap remeh oleh mata uang dunia. Sebab, hanya dengan sedikit gertakan dan didukung oleh euforia pelantikan wakil menteri Tanah Ai.
  • Ahad, 20 Oktober 2019 - 09:04:51 WIB

    Pertamina ‘Takicuah di Nan Tarang’! Meski Dilarang, LPG 3Kg Ternyata Banyak di Pengecer

    Pertamina ‘Takicuah di Nan Tarang’! Meski Dilarang, LPG 3Kg Ternyata Banyak di Pengecer PADANG, HARIANHALUAN.COM - Meski Pertamina telah menegaskan bahwa tidak ada istilah pengecer dalam penyaluran gas elpiji 3 kilogram, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak warga selaku konsumen yang terbiasa membeli gas mel.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM