Merajut Sinergi, Also: DPD Harus Menjadi Kuat dan Solid


Selasa, 17 September 2019 - 21:45:10 WIB
Merajut Sinergi, Also: DPD Harus Menjadi Kuat dan Solid Alirman Sori, anggota DPD RI terpilih asal Sumatera Barat nara sumber diskusi panel bertajuk “Merajut Sinergi DPD RI dan Indonesia Sentris Jokowi. IST

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Alirman Sori, anggota DPD RI terpilih asal Sumatera Barat, tampil sebagai nara sumber pada acara diskusi panel bertajuk “Merajut Sinergi DPD RI dan Indonesia Sentris Jokowi”, yang diselenggarakan oleh Calon Ketua DPD RI, La Nyalla Mattaliti, senator daerah pemilihan Jawa Timur.

Keynote Speaker, La Nyaalla Mattaliti, dalam orasi politiknya dalam diskusi yang berlangsung Senin (16/10/19) di Garden Ballroom, Sultan Hotel itu, menegaskan jika dirinya dipercaya sebagai Ketua DPD RI periode 2019-2024, dia akan menjadikan DPD RI lembaga yang “kuat dan bermartabat”.

Untuk mewujudkannya, LNM akan memimpin dengan pola kepemimpinan kolektif kolegial. Artinya, semua anggota DPD jadi pemimpin, karena sejatinya anggota DPD RI adalah tokoh dan duta daerah terpilih mewakili daerah di seluruh Indonesia, ujar LNM.

Lebih jauh LNM mengatakan, jika dia takdirkan memimpin (menjadi Ketua DPD RI), akan menjadi Lembaga DPD RI simetris dengan lembaga negara lainnya, sesuai dengan amanat konstitusi UUD NRI Tahun 1945, pasal 22D.

Sementara, Alirman Sori, dalam orasi ilmiahnya, memaparkan, peristiwa penting ketatanegaraan yang terlupakan untuk menjadikan DPD RI kuat dan bermartabat, after putusan Mahkamah Konstitusi, pada Rabu, 27 Maret 2013, pukul 15.20 Wib, dimana MK memenangkan gugutan pimpinan DPD RI periode 2009-2014 terhadap pengujian UU MD3 No. 27 Tahun 2009  tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD jo UU P3 No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang dinahkodai oleh Irman Gusman sebagai Ketua DPD RI 2009-2014.

Putusan MK tersebut telah meneguhkan kewenangan DPD RI sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 22 D, UUD NRI Tahun 1945, diantara adalah bahwa DPD terlibat dalam pembuatan program legislasi nasional, berhak mengajukan RUU, ikut membahas RUU  secara penuh sebagaimana yang diatur dalam pasal 22D, ayat (1) dan (2) UUD NRI Tahun 1945, dengan putusan MK tersebut telah merubah tata cara dan mekanisme proses pembuatan undang-undang (law making process) ungkap Alirman Sori.

Dikatakan, Also, secara yuridis, kebangkitan masa depan DPD RI untuk menjadi lembaga yang strong dalam menjalankan amanat konstitusi untuk memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat/nasional mesti menjadi titik awal kebangkitan menjadikan DPD RI  lembaga yang kuat dan bermartabat, tetapi disayangkan putusakan MK tidak tindaklanjuti melalui perjuangan politik oleh pimpinan dan anggota DPD RI periode 2014-2019 untuk meyakinkan pihak DPR dan Pemerintah untuk di endos masuk dalam materi perubahan UU MD3, sehingga putusan MK menjadi tidak operasional dalam praktiknya, karena di internal DPD juga sedang terjadi turbulensi politik berebut kekuasaan membelah masa jabatan pimpinan 2,5 tahun.

"Andaikan perjuangan konstitusional Ketua DPD RI Irman Gusman cs, terhadap putusan MK 92 dan 79 dilanjutkan oleh DPD RI 2014-2019 masuk dalam perubahan UU MD3, akan merubah wajah DPD RI bertransformasi menjadi lembaga legislatif yang  simetris sesuai amanat pasal 22D, UUD NRI Tahun 1945,"  papar Also.

Menurut, Alirman Sori, inilah tugas penting Pimpinan dan Anggota DPD RI periode 2014-2024, tidak ada istilah kata terlambat dalam perjuangan politik untuk kemaslahatan kepentingan kemajuan daerah dan Indonesia.

Ketika ditanya kepada Alirman Sori, siapa figur yang tepat menjawab problema DPD RI kekinian untuk kemajuan DPD kedepan, tanpa mengesampingkan lainnya, menurut Alirman Sori, Ketua DPD RI 2019-2024 sosok mampuni adalah La Nyalla Mattaliti. Sosok LNM, ditinjau dari aspek historis dan pengalamannya, LNM telah melalui ujian kompetensi seorang pemimpin tidak perlu diragukan lagi. Latarbelakang sebagai pengusaha sukses, LNM memiliki kreasi, inovasi dan seorang petarung.

LNM, sukses di bisnis, dia sukses memimpin PSSI, Kadin dan organisasi kemasyaratan lain, punya akses yang luas, baik kepada pemerintah, parpol dan dunia bisnis. Artinya, untuk memimpin DPD RI kedepan kapasitasnya sangatlah memadai, mudah2an diberi amanah, doa Alirman Sori.

Sementara ketika ditanya siapa yang berpeluang mengisi wakil ketua, pantauan Alirman, diantaranya adalah Sultan Baktiar Najamuddin, senator asal daerah pemilihan Bengkulu, dan sejumlah nama lainnya, Awang Ferdyan senator asal Kaltim dan Anna Latuconsina, senator asal Maluku yang sudah tiga periode menjadi anggota DPD RI, ujarnya.

Tetapi semua itu, dapat saja berubah sesuai dinamika menjelang pengambilan sumpah janji dan pemilihan pimpinan. Ingat !!!, kuda hitam yang berminat menjadi  pimpinan sebenarnya sudah memulai aksinya secara diam-diam bermain di hari H.(dn/rl)


 Sumber : RL /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM