Tetap Perlu Pencegahan Dini, KKI Warsi: Sebaran Hotspot di Sumbar Tidak Terlalu Signifkan Sebabkan Bencana Kabut Asap


Rabu, 18 September 2019 - 10:40:25 WIB
Tetap Perlu Pencegahan Dini, KKI Warsi: Sebaran Hotspot di Sumbar Tidak Terlalu Signifkan Sebabkan Bencana Kabut Asap Peta sebaran hotspot di Sumbar beradasarkan analisis satelit NASA-Suomi NPP), per 15-17 September 2019 oleh Spesialis GIS KKI Warsi, Ahmad Salim Ridwan. 

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Kebakaran hutan dan lahan yang menjadi sumber bencana kabut asap nasional,  semakin menyebar luas di Indonesia. Bagaimana kondisi riil di daerah Sumatra Barat? 

Titik panas (hotspot) yang terpantau oleh LAPAN  per 16 september 2019, mencapai 2.672 titik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)bahkan menyebutkan kebakaran lahan hutan sudah mencapai angka 328.724 hektar. Nahh, bagaimana dengan Sumatra Barat? Sedemikan parah pulakah Karhutla di daerah kita?


Melalui  investigasi lapangan dengan menggunakan perangkat teknologi kekinian   lumayan canggih,  GIS (Geographical Information System),  KKI Warsi ternyata  tidak menemukan fakta lapangan  yang terlalu signifikan sebagai penyumbang kabut asap.

Agar mempermudah memahami dan mengurai persoalan kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap yang terjadi di Sumbar, lihat peta sebaran titik panas (hotspot) di Sumatra Barat, beradasarkan analisis satelit NASA=Suomi National Polar-orbiting Partnership (Suomi NPP), per 15-17 September 2019 oleh Spesialis GIS (Geographical Information System) KKI Warsi, Ahmad Salim Ridwan. 

Dari  hasil analisa titik api Sumbar 48 jam terakhir (per 15-17 September 2019) : Ada 106 titik api yang terpantau di Sumbar yang tersebar di Kab. Dharmasraya, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Solok, dan Mentawai.

Rincian sebaran titik api per kabupaten: Pesisir Selatan: 55 titik yang terpusat di daerah perkebunan.Dharmasraya : 43 titik yang dominan berada di areal perluasan lahan kebun.Solok Selatan : 3 Titik.Solok: 2 Titik.Sijunjung : 2 Titik, dan Mentawai: 1 Titik.

"Nah, dari hasil analisis satelit, dapat disimpulkan bahwa jumlah titik api yang ada di Sumbar tidak terlalu signifikan, jika dibanding dua provinsi tetangga. Titik api  yang sedikit di Sumbar itu pun kebanyakan berada di areal perkebunan, dan tidak ada sama sekali yang berada di hutan alam primer,"  jelas Nabhan Aiqani, Spesialis Manajemen Pengetahuan KKI Warsi dan Ahmad Salim Ridwan, Spesialis GIS KKI Warsi  dalam keterangan persnya kepada harianhaluan.com, Rabu ini (18/9/2019).

"Hasil studi lapangan dan analisis ini juga menunjukkan bahwa kabut asap yang terjadi di Sumbar merupakan asap 'kiriman' dari provinsi tetangga."

Meskipun demikian KKI Warsi menyeru, bahwa  sikap waspada tetap harus dikemukan, mengingat musim kemarau panjang yang masih terjadi, serta masih ditemukannya praktek pembakaran lahan untuk ekspansi areal perkebunan, walaupun (sejauh ini) tidak terlalu signifikan. 

"Kedepannya, semoga upaya penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan dengan serius. Aturan dan kebijakan hukum harus benar-benar ditegakkan agar kelestarian hutan dan lingkungan dapat senantiasa terjaga demi masa depan umat manusia yang lebih baik," pungkasnya. (dn)  


 Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM