Lubang Galian Pipa di Taeh Bukik Tak Dibenahi


Rabu, 18 September 2019 - 16:13:42 WIB
Lubang Galian Pipa di Taeh Bukik Tak Dibenahi TERSAMBUNG KEMBALI - Jalan putus di Jorong Pabatungan, Taek Bukik, kini tersambung kembali setelah Pemkab Limapuluh Kota, melalui Dinas PUPR membangun jalan baru di lereng perbukitan. ZULKIFLI

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas PU/PR menyelesaikan parbaikan jalan yang menghubungkan Nagari Taeh, Kecamatan Payakumbuh, dengan Simpang Kapuk, Kecamatan Mungka Kebupaten Limapuluh Kota. Jalan ini sebelumnya sempat dibongkar untuk proyek perpipaan pada pemerintahan bupati priode yang lalu.

Proyek perpipaan tersebut, berlokasi di Jorong Pabatungan Taeh Bukik. Pekerjaan perbaikan jalan yang terputus tersebut, tidak menimbun lokasi yang sudah berlubang untuk perpipaan. Melainkan dengan cara mengalihkan jalan menyisir lereng tanah perbukitan di dekat lubang jalan yang pernah dirobohkan itu. Dengan perbaikan jalan tersebut, saat ini hubungan Taeh Bukik-Simpang Kapuk kembali lancar.

“Memang, kita sudah memperbaiki jalan yang terputus di Pabatungan, dengan membangun jalan baru menyisir lereng perbukitan. Untung saja ada jalan ke Objek wisata Aie Sonsang, maka jalan tersebut disambungkan ke jalan baru yang dibangun. Sehingga berhasil kembali menghubungkan Taeh Bukik-Simpang Kapuak,” ujar Rilza Hanif.

Selain itu, akses jalan ke kebun petani gambir Taeh Bukik, utamanya di Jorong Pabatungan dan sekitarnya, kembali terbuka. Saat jalan terputus petani terpaksa jalan kaki untuk merawat kebun masing masing masyarakat tani, sekarang sudah normal kembali dan bisa naik sepeda motor ke lokasi kebun mereka setelah hamper empat tahun berjalan kaki..

Pantauan Haluan ke lokasi, terlihat sisa pembongkaran jalan yang menghubungkan Jorong Pabatungan ke Sim­pang Kapuk Mungka sampai kemarin masih terlihat jurang yang lebar dan dalam. Konon pem­bong­karan jalan hotmix sepanjang 50 meter lebih itu, dimak­sudkan untuk membenamkan pipa untuk mengalirkan air son­sang ke persawahan pendu­duk.

Kenyataannya, proyek pi­pa dan lubang galian sampai kini dibiarkan terlantar, sebab air yang akan dialirkan dari Telaga Sonsang permukaannya lebih rendah, dari pipa yang dipasang, akhirnya proyek ter­ken­dala sampai sekarang. Sedangkan jalan sudah terpo­tong sempat menimbulkan lubang besar di kawasan itu, warga setempat terpaksa jalan kaki menempuh jalan curang yang rawan longsor itu.

Ketua LSM Ampera Su­matera Barat, Syawaluddin Ayub, mempertanyakan lubang yang berbentuk jurang menganga itu tetap dibiarkan begitu saja tanpa ada tanda larangan untuk ditempuh masyarakat. Sebab di lokasi lubang tersebut rawan, akibat tebingnya tinggi, panjang serta dalam.

Proyek yang belum jelas benar asal-usulnya itu, rawan terjadi kecelakaan bagi yang melintas di kawasan itu. Seharusnya, dinas terkait memberikan tanda untuk keselamatan kepada peng­guna jalan.. “Tak tuntasnya pe­kerjaan pemasangan pipa, kemu­ngkinan besar peren­canaannya yang kurang ma­tang, sehingga menimbulkan jurang yang panjang dan da­lam,” ujarnya prihatin.

Informasi yang dikumpulkan, proyek tersebut atau galian pipa itu dilaksanakan tahun 2015 sampai kini dibiarkan berlubang. Jalan roboh sudah diperbaiki pemerintahan yang sekarang. Pro­yek yang disebut pem­bangu­nan perpipaan itu sampai merobohkan jalan hotmix, tentu merugikan keuangan daerah. (h/zkf)

Reporter : Zulkifli /  Editor : HSP

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]