Wah Kren! Siap Dikembangkan, Jariang Terenak di Indonesia Berasal dari Pesisir Selatan


Kamis, 19 September 2019 - 18:22:18 WIB
Wah Kren! Siap Dikembangkan, Jariang Terenak  di Indonesia Berasal dari Pesisir Selatan Nuzirwan Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pessel, didampingi Kabid, Kasi, dan staf foto bersama di aula kantor setempat. OKIS

PAINAN,HARIANHALUAN.COM- -Berdasarkan hasil survei Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan Sumatera Barat pada 2018, diketahui terdapat dua varietas jengkol alias jariang  unggul di Kabupaten Pesisir Selatan yakni Bareh dan Lokan yang terenak di Indonesia. Atas hal itu Pemerintah setempat, siap mengembangkan sebanyak 2.000 batang bibit jengkol terenak berasal dari indukan bersertifikasi yang tumbuh di daerah setempat.

"Benar, pada 2020 kami bakal mengalokasikan anggarannya untuk kegiatan tersebut. Kegiatan ini secara berkelanjutan akan terus kami galakan sebagai upaya mempertahankan varietas jengkol di Pessel," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Nuzirwan di Painan, Kamis (19/9).

Menurut dia kedua varietas itu diklaim sebagai jengkol terenak se-Indonesia karena menghasilkan buah jengkol yang memiliki kadar amilosa rendah dibandingkan jengkol lain pada umumnya. 

"Jadi, kadar amilosa yang rendah ini membuat pengosumsinya berisiko kecil mengalami sakit perut, apalagi daging buahnya lebih renyah," ucapnya. 

Kendati demikian, khusus indukan varietas Lokan hanya ada satu batang saja, sementara indukan varietas Bareh dua batang.

Nuzirwan menjelaskan, ketiga tanaman jengkol tumbuh di perbukitan di Kampung Gunung Pungguk, Nagari Tanah Bakali Air Pura, lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan lintas Sumatra ruas Padang-Bengkulu.

"Kami bersyukur masyarakat pemilik ketiga indukan jengkol tersebut mendukung penuh kegiatan yang bakal kami laksanakan nantinya," tuturnya.

Secara terpisah, Amirudin (61) menyebutkan semenjak Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan Sumatra Barat mengeluarkan hasil penelitiannya, harga kedua buah jengkol tersebut melonjak hingga 300 persen.

"Sebelumnya harga per karung hanya Rp500 ribu saja. Namun, semenjak hasil penelitian dikeluarkan oleh Balitbu harganya melonjak jadi Rp1,5 juta," ujarnya pada wartawan. 

Kendati harganya mahal, ia mengaku jengkolnya tetap laris manis bahkan ada yang sudah memesan disaat tanaman jengkolnya baru memasuki fase berbunga.

"Alhamdulillah, harapan kami semoga harganya tetap berkelanjutan seperti ini, Pak," ucapnya. (h/kis)

loading...
Reporter : OKIS /  Editor : DNJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]