Waspada, BMKG Vonis Udara Sumatera Barat Tidak Sehat


Sabtu, 21 September 2019 - 17:53:09 WIB
Waspada, BMKG Vonis Udara Sumatera Barat Tidak Sehat Delapan titik panas terjadi di Sumatera Barat, membuat udara di kawasan tersebut dinyatakan tidak sehat. IST

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Udara di Sumatera Barat masuk dalam kategori 'tidak sehat'. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumatera Barat, Wan Dayantolis menyebut konsentrasi polusi partikulat (pm10) di kawasan tersebut sudah menunjukkan angka 260 mikrogram per meter kubik.

Melalui pernyataan resmi, Wan mengatakan angka ini sudah melebihi ambang batas konsentrasi partikulat yang diperbolehkan di udara ambien yakni 150 mikrogram per meter kubik.

Kemudian indikator kekeruhan udara atau Atmosphere Optical Depth (AOD) menunjukkan angka 1,6. Jika nilai sudah di atas angka 1, berarti udara sudah tercemar partikulat debu dan asap akibat kebakaran.

"[Berdasarkan pantauan Satelit Himawari] terpantau paling pekat di Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh serta Sawahlunto," kata Wan seperti dikutip dari Antara, Sabtu (21/9).

Sementara itu, hujan yang turun selama beberapa hari terakhir belum mampu membersihkan udara di Sumatera Barat. Ini akibat pola angin yang secara umum berasal dari arah tenggara, lokasi di mana terdapat banyak titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dari pantauan ini, diharapkan semua pemangku kepentingan dan pihak terkait segera melakukan langkah antisipasi demi menghindari kemungkinan kondisi yang lebih buruk.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar rumah, orang sebaiknya mengenakan masker penutup hidung dan mulut.

Saat hujan kembali turun, masyarakat diminta untuk menghindari kontak langsung dengan air hujan karena tingkat keasaman air cenderung tinggi akibat kadar polutan yang juga tinggi.

Di hari yang sama BMKG juga merilis, dari 1.182 titik panas karhutla di Sumatera, titik panas terbanyak terdapat di wilayah Jambi yakni sebanyak 499 titik, menyusul Sumatera Selatan 391 titik, Riau 198 titik, Bangka Belitung 40 titik, Sumatera Barat 8 titik, dan Bengkulu serta Sumatera Utara masing-masing 1 titik.(h/cnn)


 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 11 Oktober 2019 - 20:28:17 WIB

    Waspada, Sudah 99 Kasus DBD Terjadi di Padang Pariaman

    Waspada, Sudah 99 Kasus DBD Terjadi di Padang Pariaman PADANGPARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kasus DBD di Kabupaten Padang Pariaman meningkat. Tahun 2019, Januari sampai September tercatat 99 kasus, sedang setahun lalu atau tahun 2018 Januari sampai Desember 97 kasus..
  • Selasa, 17 September 2019 - 17:27:46 WIB

    Waspada, Sudah 2.436 Warga Padang Terjangkit ISPA

    Waspada, Sudah 2.436 Warga Padang Terjangkit ISPA PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sebanyak 2.436 terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kota Padang. Dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang tercatat ada peningkatan kasus tersebut sebanyak 117 k.
  • Rabu, 11 September 2019 - 16:48:11 WIB

    Waspada, Kasus HIV/AIDS Meningkat di Pessel

    Waspada, Kasus HIV/AIDS Meningkat di Pessel PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Dalam rentang waktu tiga tahun terakhir, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) terus meningkat di daerah itu. .
  • Rabu, 11 September 2019 - 16:08:42 WIB

    Waspada, Kualitas Udara Padang Mulai Memburuk

    Waspada, Kualitas Udara Padang Mulai Memburuk PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat terdapat kecenderungan memburuknya kualitas udara di kota jika dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya. Namun, masih bisa dapat dikatakan aman un.
  • Senin, 01 Juli 2019 - 10:51:11 WIB

    Warga Diminta Waspada, Merapi Luncurkan Awan Panas 1.100 Meter 

    Warga Diminta Waspada, Merapi Luncurkan Awan Panas 1.100 Meter  YOGYAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan luncuran awan panas guguran Merapi terjadi Senin pagi pada pukul 06:13 WIB memiliki amplitudo 75 mm dan duras.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM