KPK soal Permintaan Bantuan Buwas: Kami Sangat Terbuka


Sabtu, 21 September 2019 - 17:55:38 WIB
KPK soal Permintaan Bantuan Buwas: Kami Sangat Terbuka Buwas minta bantuan KPK untuk menangani kejahatan oknum penyalur beras rakyat miskin. IST

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka untuk menjalin komunikasi terkait penanganan kejahatan yang dilakukan sejumlah oknum penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagaimana disampaikan Dirut Perum Bulog Budi Waseso.

Hanya saja, menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, bantuan yang dapat diberikan sebatas pada kewenangan yang dimiliki lembaganya.

"Saya kira komunikasi-komunikasi jika memang ada dukungan yang dibutuhkan dari kewenangan KPK, pasti kami akan terbuka. Karena dengan Pak Budi Waseso misalnya, kami sudah melakukan MoU untuk konteks yang lain dan ada Pimpinan KPK juga di sana," kata Febri kepada wartawan, Jum'at (20/9) malam.


"Jadi, kalau memang ada kebutuhan kerja sama dalam konteks pencegahan atau koordinasi supervisi pencegahan, kami sangat terbuka untuk berkomunikasi terkait hal itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Budi Waseso meminta bantuan kepada KPK agar menangani kejahatan sejumlah oknum penyalur beras BPNT. Budi Waseso pun menjelaskan bahwa satuan tugas pangan masih melakukan proses penyidikan untuk membuktikan adanya tindak kejahatan yang merugikan warga penerima beras sejahtera (rastra) itu.

"Di Undang-Undang KPK, kan Rp1 miliar KPK harus ditangani KPK, makanya kami dorong dengan kekuatan KPK," ujar Budi Waseso seperti dikutip dari Antara, Jum'at (20/9).

Budi Waseso menyebutkan beberapa dugaan pelanggaran hukum oleh oknum penyalur BPNT. Mulai dari penetapan harga beras yang terlalu tinggi hingga beras yang harganya tidak sesuai dengan kualitas beras yang diberikan.

Selain itu, oknum juga diduga menyebarkan kampanye negatif dengan menuding beras Bulog tidak berkualitas. Padahal, ia menegaskan bahwa beras yang disalurkan untuk BPNT berasal dari beras medium berkualitas.


"Jadi itu memfitnah Bulog, salah satunya, dikasih beras jelek karena kantongnya merek Bulog, maka langsung orang berasumsi itu produk Bulog yang berkutu, jelek bau, dan lain-lain," tuturnya. (h/cnn)

 


 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 November 2019 - 11:20:38 WIB

    Dilarang KPK, UAS Bangga Diundang TNI

    Dilarang KPK, UAS Bangga Diundang TNI JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kehadiran ulama kondang ustaz Abdul Somad untuk mengisi ceramah di Komisi Pemberantsan Korupsi menuai polemik. Ternyata kedatangan UAS ke gedung KPK itu sempat dilarang oleh pimpinan dengan alasan.
  • Rabu, 20 November 2019 - 18:00:41 WIB

    Tiga Pimpinan KPK Gugat UU KPK ke MK

    Tiga Pimpinan KPK Gugat UU KPK ke MK JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Rabu (20/11), untuk mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang Nomor 19/2019 tentang KPK..
  • Rabu, 20 November 2019 - 17:54:52 WIB

    Ketua KPK Periksa Pegawai yang Undang UAS

    Ketua KPK Periksa Pegawai yang Undang UAS JAKARTA HARIANHALUAN.COM -  Kehadiran Ustaz Abdul Somad atau karib disapa UAS, untuk mengisi kajian zuhur di Komisi Pemberantasan Korupsi, ternyata bukanlah undangan resmi dari lembaga antirasuah tersebut..
  • Rabu, 20 November 2019 - 10:14:43 WIB

    UAS Ceramahi Pimpinan KPK, Inilah yang Disampaikan

    UAS Ceramahi Pimpinan KPK, Inilah yang Disampaikan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Ustaz Abdul Somad (UAS) mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan UAS untuk memberikan ceramah di hadapan karyawan lembaga antirasuah..
  • Selasa, 19 November 2019 - 13:43:53 WIB

    KPK Cegah Bupati Solok Selatan ke Luar Negeri

    KPK Cegah Bupati Solok Selatan ke Luar Negeri JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah ke luar negeri terhadap dua tersangka kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Dua tersangka itu, yakni Bupati.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM