Padang Mulai Kekeringan, Lebih Separuh Produksi Air PDAM Berkurang


Ahad, 22 September 2019 - 22:41:36 WIB
Padang Mulai Kekeringan, Lebih Separuh Produksi Air PDAM Berkurang Warga Taruko menerima bantuan air bersih dari PDAM Kota Padang, Minggu (22/9). HUMAS PDAM

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Berbagai persoalan menimpa PDAM Kota Padang saat ini. Selain dihadapkan persoalan perbaikan jaringan distribusi, karena banyak yang rusak akibat pemeliharaan drainase, produksi IPA juga berkurang 50 persen lebih gara-gara sungai intake PDAM mengalami kekeringan.

Namun demikian, sebagai perusahaan daerahoperator air bersih bagi warga ibukota Sumbar, PDAM Padang tetap menunjukan kepedulian membantu warga kota yang mengalami kekeringan. Melalui armada tanki air, PDAM Peduli terus berkeliling membantu supplay air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan.

“Tidak hanya bagi pelanggan PDAM yang airnya mati gara-gara perbaikan pipa jaringan, masyarakat umum yang mengalami kekeringan juga kita bantu,” ujar Direktur Utama PDAM Kota Padang, Hendra Febrizal, Minggu (22/9).

Dia mengakui cukup berat persoalan dampak gangguan alam sekarang. Kondisi ini dialami PDAM karena secara beruntun menghadapi gangguan pelayanan yang berdampak pada terhentinya pendistribusian air kepada pelanggan.

Hingga saat ini pipa-pipa pdam masih banyak yang putus, akibat terkeruk excavator pada pekerjaan drainase. Disamping itu, saat ini PDAM Kota Padang dihadapi dengan berkurangnya suply air baku yang disebabkan musim kemarau.

"Lebih dari 50% produksi di IPA kami berkurang dampak dari kekeringan saat ini, dampak yang paling besar adalah di intake lubuk peraku, ulu gadut, sekayan yang berdampak pada pelanggan yang berada di kawasan Lubeg, Mata Air, Jondul Rawang, Marapalam, Soetomo, Aur Duri, Pampangan, Teluk Bayur dan Seberang Padang" ucap Hendra lagi didampingi Direktur Teknik PDAM, Andr  iSatria.

Untuk wilayah tersebut, pelanggan PDAM berkisar 30.000 SR dan untuk sementara disuply dengan mobil tangki,

PDAM Kota Padang mensuply air tangki ke pelanggan berkisar 100.000 liter hingga 150.000 liter per hari.

Karena keterbatasan jumlah armada mobil tangki, PDAM juga dibantu BPBD Kota Padang, PMI dan ACT Sumbar.

“Kami lakukan koordinasi secara intensif dengan stake holder terkait untuk mobilisasi pendistribusian air tangki pelanggan dan masyarakat kota padang yang mengalami kekeringan,” sambung Dirtek Andri Satria.

Jumlah armada mobil tangki yang diturunkan sebanyak 6 unit yang terdiri dari PDAM 3 unit, dari BPBD 1 unit, PMI 1 unit dan ACT 1 unit.

Untuk air bersihnya, PDAM mempersilahkan tim tersebut untuk mengambilnya dari IPA Gunung Pengilun.

"Pendistribusian air bersih bukan saja ke pelanggan kami yang terdampak dari gangguan pelayanan ini, tapi kami juga membantu warga kota padang yang mengalami kekeringan dengan berkoordinasi dengan stake holder terkait, air tangki tersebut berasal dari IPA Gunung Pengilun, kami sudah izinkan masing2 mobil tangki untuk mengambil air dari IPA kami yang berada di Gunung pengilun"

Mari kita sama-sama berdoa agar bencana kekeringan ini dapat berlalu dengan cepat dan kondisi normal kembali. Tambah Hendra yang merupakan Direksi dari unsur karyawan PDAM Kota Padang itu.

Mari kita budayakan untuk memastikan ketersediaan air bersih di rumah masing-masing sebelum adanya gangguan pelayanan. Karena kondisi saat ini gangguan pelayanan dapat terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya. (*)

 

loading...
Reporter : Rel /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]