Alhamdulillah, Hujan Mulai Turun di Payakumbuh


Selasa, 24 September 2019 - 12:24:25 WIB
Alhamdulillah, Hujan Mulai Turun di Payakumbuh Ketua MUI Payakumbuh Buya Mismardi saat diwawancara wartawan di Lapangan Sari Bulan, Kelurahan Sawahpadang Auakuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Selasa pagi (24/9).

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Rencana Pemko Payakumbuh untuk melaksanakan salat istisqa urung dilaksanakan. Pasalnya, hujan sudah turun di Payakumbuh pada Senin malam (24/9). Meski demikian, Pemko menggantinya dengan menggelar tausiyah dan doa bersama di Lapangan Sari Bulan, Kelurahan Sawahpadang Auakuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Selasa pagi (24/9).

"Alhamdulillah semalam sudah turun hujan. Setelah meminta pendapat para ulama terkait rencana salat Istisqa pagi ini, kami menggelar tausiyah dan doa bersama. Keputusan ini mengikuti pendapat ulama kita di MUI," ujar Sekretaris Daerah Rida Ananda.

Terkait dengan penetapan kondisi luar biasa, pihak Pemko berpedoman kepada standar operasional prosedur (SOP) bencana, termasuk bencana kabut asap. "Sesuai ketentuan ambang batas kualitas udara, penetapan SOPnya adalah 259. Kondisi kita Minggu kemarin berada pada angka 311, makanya Senin pagi kami menggelar Rakor dan mengambil sejumlah keputusan antara lain meliburkan anak sekolah pada 23-25 September," tuturnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Payakumbuh Buya Mismardi menyampaikan, dengan turunnya hujan semalam, maka salat istisqa hanya diisi dengan penyampaian tausiah dan doa bersama. Keputusan itu sudah berdasarkan hasil konsultasi dengan Ketua MUI Sumatera Barat.

"Sebelum hari ini sudah banyak yang melaksanakan sholat istisqoa dan alhamdulillah hujan turun semalam merata di Kota Payakumbuh dan sekitarnya. Jadi hasil muzakarah kami termasuk dengan MUI Sumbar, salat istisqa diganti dengan tausyah dan doa saja," terangnya.

Dikatakan Buya, keputusan itu berlandaskan kepada dasar adanya hukum dalam Islam menurut mazhab Syafi'i, dimana hukum ada kalau ada sebab. Kalau sebab tak ada maka hukum juga tak ada, ada hukum karena ada sebab. "Karena hujan sudah turun, maka salat minta hujan tentu tidak dilakukan lagi," ucapnya.

"Sementara menurut Mazhab Maliki, jika kita sudah bersiap-siap hendak kelapangan melaksanakan salat istisqa dan hujan turun saat itu, maka salat tetap dilaksanakan. Cuma dalam kasus kita, hujan sudah turun dari semalam, bukan saat kita siap-siap ke lapangan," ujar Buya Mismardi.

Dalam tausiahnya, Buya Mismardi mengajak para jamaah untuk bertaubat kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang dilakukan, agar bencana kabut asap dan bencana lainnya bisa jauh dari Kota Payakumbuh. Himbauan senada juga disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh Jufrimal saat memberikan sambutan.

Kegiatan juga dihadiri Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus beserta sejumlah anggota DPRD, kepala OPD serta staf ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Kadyarman. (h/mg-ari)

loading...
Reporter : Arie Alfikri /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]com