IJTI,LBH Pers dan PJI Kecam Kekerasan Oknum Polisi pada Jurnalis


Selasa, 24 September 2019 - 22:59:13 WIB
IJTI,LBH Pers dan PJI Kecam Kekerasan Oknum Polisi pada Jurnalis Tindakan represif oknum aparat kepolisian menyebabkan wartawan LKBN ANTARA Muh Darwin Fatir jadi korban saat peliputan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019). A(NTARA/Suriani Mappong)

HARIANHALUAN.COM.Jakarta-Kekerasan terhadap tiga orang jurnalis di Makassar oleh aparat kepolisian, mendapat kecaman dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), LBH Pers, dan sejumlah elemen.

Ketiga jurnalis tersebut adalah wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Sulsel Muh Darwin Fatir, wartawan Inikata.com Saiful dan wartawan Makassar today.com Ishak Pasabuan. 

Ketiganya mendapat tindakan represif aparat kepolisian saat meliput aksi mahasiswa yang menolak pengesahan UU KPK dan Revisi KUH-Pidana di depan Gedung DPRD Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (24/9/2019).

"Ketiganya mendapat perlakukan fisik dari aparat kepolisian saat menjalankan kerja-kerja jurnalistik dalam meliput aksi di lokasi tersebut," kata Hudzaifah.

Sebagai kronologis kejadian, Darwin ditarik, ditendang dan dihantam menggunakan pentungan di tengah-tengah kerumunan polisi. Padahal dalam menjalankan tugas jurnalistiknya Darwin telah dilengkapi dengan atribut dan identitas jurnalis berupa ID Card ANTARA.

Seperti dilansir  antaranews.com,  Rekaman video/foto membuktikan tindakan bar-bar aparat kepolisian terhadap Darwin. Sejumlah rekan jurnalis yang saat itu berusaha melerai tindakan kepolisian terhadap Darwin sama sekali tidak diindahkan.
??
Polisi bersenjata lengkap tetap menyeret dan menghajar habis-habisan Darwin.

Pada saat yang sama, Saiful juga mendapatkan perlakuan serupa. Saiful dipukul dengan pentungan dan kepalan di bagian wajahnya oleh oknum polisi.

Kemarahan polisi dipicu saat mengetahui Saiful hendak mengambil gambar saat polisi memukul mundur para demonstran dengan gas air mata dan water canon.

Saiful telah memperlihatkan identitas lengkapnya sebagai seorang jurnalis yang sementara menjalankan tugas jurnalistik, akibatnya Saiful menderita luka lebam, di mata kiri dan kanan akibat hantaman benda tumpul kepolisian. 
Sebab penganiayaan yang dialami Saiful sama persis dengan Ishak.

Dia juga dilarang mengambil gambar saat polisi terlibat bentrok dengan demonstran. Ishak dihantam benda tumpul polisi di bagian kepalanya. Ketiga korban kemudian dilarikan ke RS Awal Bross.

Menyikapi ketiga kasus ini, IJTI Sulsel mengutuk keras tindakan tersebut dan sangat menyesalkan sikap oknum polisi yang melakukan kekerasan disertai pemukulan

"Intimidasi yang dilakukan aparat kepolisian terhadap wartawan melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Pasal 8 UU Pers menyatakan dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum," tegasnya.

Senada dengan itu  Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Sulawesi Selatan Fajriani Langgeng, SH meminta Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe usut tuntas oknum pelaku kekerasan terhadap wartawan Lembaga Kantor Berita Antara (LKBN) Antara dan wartawan media lainnya.

"Tidak dibenarkan dalam penangangan unjuk rasa, jika wartawan jadi korban pemukulan aparat. Karena itu, Kapolda harus usut tuntas anggotanya yang melakukan kekerasan pada wartawan," kata Fajriani di Makassar, Selasa.

Menurut dia, wartawan dalam proses kerja di lapangan dilindungi dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang pers, namun pratiknya di lapangan masih banyak yang mengabaikan, termasuk oknum aparat kepolisian.

Desakan serupa dikemukakan Sekretaris Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel Syafril Rahmat.

Dia mengatakan, Kapolda harus mengusut pelaku kekerasan terhadap wartawan yang secara jelas melakukan aktivitas liputan.

"Mereka (jurnalis) yang meliput bukan pelaku kriminal, mereka menjalankan tugasnya sesuai yang diamanahkan dalam UU Nomor 40 tahun 99 tentang hak-hak penyelengara pers," katanya.(ant)

loading...
 Sumber : Antaranews.com /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]