Demo di Bandung Ricuh, 97 Mahasiswa Terluka


Selasa, 24 September 2019 - 23:27:59 WIB
Demo  di Bandung Ricuh, 97 Mahasiswa Terluka Demo mahasiswa Bandung ricuh. (Merdeka.com)

HARIANHALUAN.COM.Bandung- Sebanyak 92 mahasiswa terluka akibat unjuk rasa berujung ricuh, di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung.

Para mahasiswa tersebut dirujuk ke empat rumah sakit berbeda, yakni Rumah Sakit Sari Ningsih, RS Boromeus, Halmahera dan RSUP Hasan Sadikin Bandung.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, ke-92 mahasiswa yang terluka karena berunjuk rasa menolak revisi UU KPK dan KUHP ditangani secara medis, di Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba).

Rektor Unisba Prof Setiadi, Selasa (24/9), mengatakan pertolongan pertama untuk para korban dari berbagai kampus oleh Unisba merupakan solidaritas sebagai sesama mahasiswa, dan bentuk kepedulian atas dasar kemanusiaan.

Rektor mengatakan, Unisba tidak pernah mempersiapkan tim medis sebelumnya untuk mengantisipasi adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, Unisba dipilih sebagai tempat evakuasi karena menjadi kampus terdekat dengan lokasi unjuk rasa.

"Saya kira berbagai perguruan tinggi juga akan menampung dan melakukan hal yang sama, jika terjadi peristiwa serupa dimanapun berada," ujar Setiadi.

Menurutnya, gerakan untuk menyampaikan aspirasi itu dilindungi oleh undang-undang. Dia juga menilai aksi unjuk rasa merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan bangsa.

"Sepanjang mereka menyuarakan kepentingan bangsa dan masyarakat, saya kira tidak perlu melarang asal dalam koridor hukum sebagaimana undang-undang tentang Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," katanya.

Kuncinya, kata dia, tetap fokus pada tujuan semula, yaitu mengkritisi berbagai perundang-undangan yang akan datang, tidak boleh berbelok arah.

Ketua Korps Sukarela (KSR) Unisba Faisal mengatakan, dalam melakukan perawatan bagi para korban, pihaknya dibantu berbagai elemen di antaranya KSR Universitas Pasundan, PMI Kota Bandung dan petugas kesehatan dari Dinkes Kota Bandung.

Beberapa korban kebanyakan mengalami sesak napas akibat gas air mata, luka lemparan batu, lecet hingga dislokasi tulang dan hilang kesadaran.

Secara keseluruhan jumlah korban yang terdata ada 154 orang. "Sebanyak 62 orang dapat kami tangani secara medis di Unisba tapi 92 orang mahasiswa yang mengalami luka cukup serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Wakil Rektor III Unisba H Asep Ramdan Hidayat mengatakan, tidak ada dampak yang ditimbulkan akibat adanya kejadian tersebut terhadap proses perkuliahan.

 

 

loading...
 Sumber : ANT-MDK /  Editor : DNJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]