1.720 Warga Padang Pariaman Terjangkit ISPA


Rabu, 25 September 2019 - 16:40:27 WIB
1.720 Warga Padang Pariaman Terjangkit ISPA ilustrasi

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 1.720 orang warga Padang Pariaman, dinyatakan terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) perbulan September 2019. Jumlah tersebut meningkat drastis sejak Kabupaten Padang Pariaman terpapar asap akibat dari kebakaran hutan di beberapa dearah di Pulau Sumatera.

Dari data yang didapat Haluan, Rabu Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, mencatat 1.720 warga sudah menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dari 1 hingga 23 September 2019 akibat terpapar asap yang menyelimuti daerah itu.

"Sedangkan bulan lalu data ISPA mencapai dua ribu orang, ini menunjukkan belum ada kenaikan siginifikan penderita ISPA semenjak kabut asap beberapa pekan ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Yutiardi Rivai, Rabu (25/9).

Ia mengatakan jumlah penderita ISPA tersebut didominasi oleh orang dewasa yang mana tingkatan keparahannya berbeda-beda, mulai dari batuk biasa hingga parah. Bahkan, lanjutnya hingga saat ini pihaknya belum menemukan warga daerah itu yang dirawat di rumah sakit karena ISPA akibat terdampak kabut asap. "Hingga saat ini belum ada informasi warga yang dirawat akibat dari ISPA tersebut. Namun ISPA dengan kategori gejela ringan sudah banyak yang terjangkit," ujarnya lagi.

Ia juga menegaskan, saat ini pihak Permerintah Padang Pariaman melalaui Dinas Kesehatan sudah melakukan pencegahan terhadap ISPA. Dimana selain membagikan ribuan masker gratis, warga juga dihimbau untuk mengurangi aktifitas di luar rumah guna meminimalisir dampak asap.


"Kami juga telah membagikan masker kepada warga melalui sejumlah organisasi perangkat daerah dan Puskesmas," katanya.

Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah masker yang telah dibagikan pihaknya kepada warga Padang Pariaman yaitu mencapai 20 ribu buah.

"Semenjak minggu kemarin bupati pun juga membuat imbauan agar warga mengurangi aktifitas di luar rumah. Bupati saat ini juga telah meliburkan sekolah di Padang Pariaman," ujarnya.

Sementara itu, warga Kecamatan VII Koto Bustanil Arifin mengatakan kedua anaknya sudah memasuki hari kedua dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman. "Kedua anak saya batuk-batuk dan dokter menduga ada hubungannya dengan kabut asap," katanya.

Meskipun ia tidak bisa memastikan penyebab batuk kedua anaknya tersebut namun ia berharap kabut asap menghilang. (h/rul)

loading...
Reporter : Khairul /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]