Kerugian Akibat Demo di DPRD Sumbar Ditaksir Capai Rp3 Miliar


Kamis, 26 September 2019 - 17:56:40 WIB
Kerugian Akibat Demo di DPRD Sumbar Ditaksir Capai Rp3 Miliar Sekwan DPRD Sumbar, Raflis

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pasca pengepungan dan  pengrusakan yang dilakukan mahasiswa saat berunjuk rasa ke kantor DPRD Sumbar, Rabu (25/9) lalu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumbar, Raflis memperkirakan kerugian yang dialami Sekretariat DPRD hampir Rp3 miliar

“Kita belum bisa merincikan secara detail kerugian akibat aksi demo mahasiswa tersebut, namun untuk keseluruhan diperkirakan hampir mencapai Rp 3 miliar,” papar Raflis saat ditemui oleh beberapa awak media di ruangannya, Kamis (26/9).

Ia menuturkan, pendataan aset yang rusak tengah berlangsung, yang mempengaruhi tingginya nilai kerugian adalah, banyaknya kerusakan alat elektronik seperti LCD TV, Soundsystem, dan komputer yang digunakan staf untuk bekerja sehari-hari.

Untuk ruangan, sambungnya, kerusakan mencolok terdapat pada ruangan rapat paripurna dan perpustakan. Properti dan dinding 80 persen hancur, baik karena dibanting ataupun dicoret-coret dengan kata yang tak pantas, sehingga butuh renovasi agar bisa digunakan kembali.

Wakil Ketua Asosiasi Sekwan se Indonesia ini  mengungkapkan, mahasiswa yang menduduki gedung DPRD Sumbar tidak hanya melakukan pengrusakan, namun juga melakukan pencoretan dinding dengan menulis kalimat-kalimat kotor. Diperkirakan, biaya untuk renovasi memakan dana sebesar Rp 200 juta.   

"Kita bersyukur beberapa unit mobil dinas yang digunakan untuk unsur pimpinan tidak dirusak oleh pendemo, para staf berhasil menjaga aset yang bernilai tinggi itu. Jika ikut dirusak, maka kerugian akan bertambah dengan nilai miliaran,"katanya

Ia melanjutkan, akibat aksi anarkis dari mahasiswa, kemarin siang seluruh pegawai sekretariat DPRD dan Cleanning Service (CS) bergotong royong membersihkan sisa-sisa mobilier yang hancur.

"Semua ini harus segera dibersihkan dan diperbaiki, agar aktifitas dewan dan Sekretariat bisa berjalan normal kembali. Hari ini juga dilakukan sortir terhadap aset  yang rusak. Jika ada yang masih bisa dipakai akan dipergunakan, jika tidak tentu harus diganti baru,” tutupnya.

Wakil Ketua Sementara DPRD Sumbar, Irsyad Syafar mengatakan, demonstran tidak hanya merusak namun juga melakukan penjarahan  ke seluruh ruangan yang ada, sehingga menyebabkan hilangnya uang tunai, laptop, sepatu, serta surat penting lainnya.

"Semua foto dan barang bukti sudah kita serahkan ke polisi," kata Irsyad. 

Selain itu, Irsyad menyebut pihaknya telah menyerahkan rekaman CCTV yang ada di DPRD ke pihak kepolisian, agar pelaku yang melakukan perusakan dan penjarahan di DPRD bisa diusut.

"Atas nama DPRD Sumbar, kami mengutuk keras tindakan anarkis para demonstran yang melakukan perusakan dan penjarahan. Ini tidak benar lagi karena sudah melanggar hukum," tukasnya.

Politisi PKS ini menambahkan, di hari unjuk rasa berlangsung, semua aspirasi mahasiswa telah dipenuhi DPRD. Bahkan, tuntutan mereka agar DPRD ikut mendukung aspirasi yang disampaikan sudah ditandatangani, suratnya hari itu juga dikirim oleh DPRD ke presiden dan DPR RI.

 "Tuntutan mereka untuk berdialog dengan anggota dewan di dalam ruangan DPRD juga dipenuhi. Sebanyak 50 orang diperbolehkan masuk karena ruangan tidak muat, namun mereka masuk semua dan melakukan perusakan" ujarnya.

Sementara itu, menanggapi pengrusakan terhadap hampir keseluruhan fasilitas gedung dewan oleh mahasiswa, Ketua DPRD defenitif usulan Partai Gerindra yang dalam waktu dekat akan diambil sumpah jabatannya, Supardi mengatakan, sangat prihatin dan menyayangkan insiden yang terjadi.

Supardi menyampaikan, selagi berjalan sesuai aturan, aspirasi yang disampaikan mahasiswa ke gedung DPRD adalah suatu yang wajar dan sudah tepat. Sebab, yang namanya gedung dewan, itu adalah gedung rakyat, mahasiswa dan masyarakat bebas akan menyampaikan aspirasi apapun.

Sejauh ini, sambung dia, setiap tuntutan mahasiswa dan masyarakat juga selalu diakomodir oleh anggota DPRD Sumbar dengan baik, apa yang jadi tuntutan dengan cepat diteruskan ke pemerintah pusat, baik ke DPR RI maupun presiden.

"Yang kita sayangkan di sini, unjuk rasa berakhir dengan pengrusakan dan anarkis. Mestinya mahasiswa paham apa yang mereka tuntut semua kewenangannya di pusat, DPRD provinsi berkewajiban meneruskan ke pemerintah pusat apa yang disampaikan mahasiwa, ini telah dijalankan. Mahasiswa disambut dengan baik semua tuntutan juga langsung diakomodir dan diteruskan ke pemerintah pusat, tapi kok masih anarkis juga,"   ucapnya menyesalkan apa yang terjadi.

Terkait ini, DPRD Sumbar merespon dengan cepat tuntutan mahasiswa yang berunjuk rasa ke gedung wakil rakyat tersebut pada dua hari yang lalu, yakninya dengan memerintahkan staf membuat Surat pengantar DPRD 019/1160/Fas-2019, yang ditanda tangani pimpinan sementara Irsyad Syafar, ditujukan pada Presiden serta DPR-RI.

Surat pengantar yang juga melampirkan tuntutan mahasiswa berupa gagalkan revisi uu KUHP, PKS, Koperasi serta Pertanahan, langsung dikirim melalui fax, email dan pos kilat, dengan memberikan bukti pengiriman pada demonstran. (h/len)

loading...
Reporter : Leni /  Editor : HSP
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]