Protes Tertembaknya Mahasiswa UHO, Ratusan Massa Unjuk Rasa di Mapolres Banyumas


Jumat, 27 September 2019 - 00:33:22 WIB
Protes Tertembaknya Mahasiswa UHO, Ratusan Massa Unjuk Rasa di Mapolres  Banyumas Jaringan Kader dan Alumni IMM Banyumas Raya menggelar aksi unjuk rasa atas tewasnya mahasiswa UHO di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2019) malam.(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

HARIANHALUAN.CO.Jakarta-Tewasnya mahasiswa yang tertembak saat demo menuntut pembatalan Revisi UU KPK, mulai  memicu gelombang aksi unjuk  rasa.

Ratusan massa Jaringan Kader dan Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas Raya, Kamis malam (26/9/2019)  menggelar aksi demontrasi ke k Mapolres Banyumas untuk menyampaikan tuntutan.

Aksi solidaritas  mahasiswa ini diawali dengan menggelar shalat gaib untuk almarhum Randi di Masjid Tujuh Belas, Purwokerto, Jawa Tengah.

Ratusan  massa  demonstran  kemudian bergerak  menuju Mapolres Banyumas.

Dalam aksi tersebut, massa menyalakan lilin sebagai bentuk dukacita atas tewasnya mahasiswa UHO Immawan Randy akibat luka tembak pada bagian dada.

Korban tewas  juga merupakan salah satu kader IMM. 

"Pertama kami turut berdukacita. Kami meminta Kapolri memimpin langsung proses investigasi serta menindak secara tegas oknum kepolisian yang bersikap represif," kata Ketua IMM Cabang Banyumas Muhammad Ikhwan. 

Menurut Ikhwan, penanganan peserta aksi oleh polisi telah mengarah pada tindakan brutal. 

Tindakan brutal tersebut dinilai bertentangan dengan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian RI dan Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa.

 "Kami menilai,  cara-cara brutal kepolisian tidak akan bisa meredam aksi, justru dapat memicu gelombang aksi yang lebih besar lagi. Kepolisian harusnya belajar dari sejarah," tegas Ikhwan.

Muhammadiyah Desak  Kapolri 

Sebelumnya, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, Muhammadiyah  mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memimpin investigasi.

"Kami minta Kapolri pimpin investigasi langsung persoalan ini karena ini bencana bagi kami, dan menindak tegas anggotanya yang sudah sangat biadab," ujar Sunanto.*
 

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]