Entaskan Pengangguran, Nagari Pakan Rabaa Lahirkan Program Ketenagakerjaan


Jumat, 27 September 2019 - 21:11:07 WIB
Entaskan Pengangguran, Nagari Pakan Rabaa Lahirkan Program Ketenagakerjaan

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Solok Selatan (Solsel) terus mempercepat program sosial dan pemberdayaan untuk masyarakat.

Setelah sukses dengan program beasiswa pendidikan dan jaminan kesehatan, melalui anggaran Dana Desa. Wali Nagari Pakan Rabaa, Arpan Ali akan meluncurkan program beasiswa kuliah gratis bagi siswa berprestasi di nagari itu.

Tidak hanya beasiswa kuliah gratis, imbuhnya, bahkan pihak nagari juga bakal membuat program ketenagakerjaan untuk mengurangi angka pengangguran. "Intinya, kesemua program itu bertujuan, agar manfaat dana desa bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan tepat sasaran," ujarnya.

Menurutnya, program pendidikan dan jaminan kesehatan yang telah berjalan tetap berlanjut. Untuk dua program selanjutnya, bakal di anggaran pada anggaran perubahan nagari 2019.

"Semoga, bisa terwujud dan berjalan semestinya. Program tersebut bakal melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Sedangkan untuk program ketenaga kerjaan bakal bekerjasama dengan pihak ketiga dan balai latihan kerja," sebutnya.

Untuk diketahui, program sosial dan beasiswa pendidikan yang telah berjalan yakni.

Jaminan sosial untuk masyarakat ada anggaran khusus dari nagari. Menyangkut kesehatan masyarakat, bekerjasama dengan BPJS kesehatan. Sementara untuk pendidikan, diberikan lansung kepada siswa secara berkala begitu juga bagi lansia kurang mampu. 

"Program ini sudah hampir tiga tahun berjalan. Semenjak Permendes nomor 19 keluar," kata, Arpan Ali, Jumat (27/9).

Dasar program itu, imbuhnya sesuai peraturan yang dikeluarkan menteri pemukiman dan desa tertinggal (PDT) pada 2016, tentang pemerintahan desa. Peraturan menteri itu, lebih familiar dengan sebutan permendes no 19 tahun 2016. Didalamnya termasuk mengatur tentang penggunaan anggaran desa/nagari.

Dijelaskan, dengan dasar aturan itu, pihak nagari bisa mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat miskin di nagari. "Tentunya dengan kriteria tertentu sesuai aturan," ucapnya. 

Peluang itu dimanfaatkan untuk membantu masyarakat miskin untuk kebutuhan kesehatan dan pendidikan. "Setelah kami data, belum semua masyarakat kami yang tergolong keluarga kurang mampu, mendapat bantuan dari program kesehatan dan pendidikan gratis yang  dilaksanakan pemerintah saat ini," katanya.

Ia mengatakan untuk bantuan kesehatan dan pendidikan adalah orang-orang yang sama sekali belum menerima program BPJS kesehatan dan bantuan pendidikan. "Baik itu dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah provinsi dan kabupaten," ujarnya.

Nagari setiap bulanya menyetor sekitar Rp2,5 juta ke BPJS kesehatan. Sementara untuk pendidikan, disesuaikan dengan kebutuhan siswa per tingkatannya. "Kami menyepakati, bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang, tapi peralatan sekolah. Baju seragam sekolah, sepatu, tas, buku dan lainnya, diberikan setiap tahun ajaran baru," ucapnya.

Pihaknya juga melakukan pendataan penduduk secara berkala untuk memperbarui data penduduk miskin. Pemerintahan nagari membentuk tim tersendiri untuk melakukan itu. Dilakukan secara berjenjang dari tingkat jorong. "Dengan cara ini, kami mengetahui perkembangan penduduk kami dengan lebih akurat," katanya.

Disamping jumlah dan perkembangan penduduk, pendataan menyangkut kemampuan ekonomi masyarakat juga dilakukan. Terdapat 5.239 jiwa penduduk di nagari Pakan Rabaa per- Juni 2018. (*)

loading...
Reporter : Jefli /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]