Massa Mujahid 212: Kami Tak Minat Bertemu Ngabalin!


Sabtu, 28 September 2019 - 09:46:56 WIB
Massa Mujahid 212: Kami Tak Minat Bertemu Ngabalin! Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyatakan siap bertemu massa Mujahid 212 saat unjuk rasa di depan Istana Negara hari ini, Sabtu (28/9). Namun sayangnya massa Mujahid menyatakan tidak berminat bertemu tenaga ahli utama KSP yang dikenal vokal itu.

Massa aksi Mujahid 212 mengaku tidak bertujuan untuk bertemu dengan di Istana Negara. Humas Panitia Aksi Mujahid 212, Budhi Setiawan, menyatakan mereka fokus untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

"Nggak, kami nggak ada minat ketemu Ngabalin," kata Budhi saat dihubungi, Sabtu (28/9/2019).

"Kami nggak ingin bertemu siapa-siapa. Kami hanya ingin menyampaikan depan Istana. Istana kan tempat presiden berdiam di sana. Kami ingin menyampaikan permasalahan di negeri ini bukan hanya tanggung jawab DPR, tapi utamanya juga tanggung jawab pemimpin eksekutif, yaitu presiden," imbuh dia.

Ia menjawab tantangan untuk membawa data-data terkait isu penanganan aksi mahasiswa yang dinilai represif. Budi mengatakan tujuannya juga bukan untuk membeberkan bukti-bukti.


"Memang tujuan kita bukan untuk menyampaikan data, tapi menyikapi situasi terakhir yang terjadi di Indonesia. Misal yang sekarang kita lihat yang menunjukkan penanganan yang tidak seharusnya terjadi terhadap teman-teman mahasiswa. Ini yang kami ingatkan bahwa tidak boleh negara seperti itu," kata Budhi.

Sementara itu, terkait tantangan Ngabalin untuk datang ke lokasi karhutla, Budhi menyatakan sejumlah relawan aksi Mujahid 212 sudah turun ke titik kebakaran. Ia pun menyebut Ngabalin kekanak-kanakan.

"Ngabalin tahu nggak kami sudah ke sana? Banyak relawan yang membantu penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Rata-rata yang turun langsung adalah mereka yang sering hadir aksi 212, baik sebagai relawan maupun ormas, atau menyalurkan dana lewat lembaga. Jadi cukup kekanak-kanakan ya. Kami mengkritisi karena kami tahu kondisi," tegasnya.

Diketahui, massa Aksi Mujahid 212 menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, hari ini. Ada empat isu yang diusung massa memprotes pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aksi itu diketuai Edy Mulyadi. Edy mengatakan sedianya aksi ini bernama 'Parade Tauhid Indonesia 2019', tapi diganti menjadi 'Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI'.

Empat isu yang diangkat massa Aksi Mujahid 212 soal rentetan demonstrasi mahasiswa, penanganan aksi mahasiswa yang dinilai represif, penanganan kerusuhan di Papua, dan penanganan karhutla yang dinilai lamban. (*)

loading...
 Sumber : dtk.com /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]