Sambut Massa IMM Sumbar, Kapolda Irjen Fakhrizal Jelaskan Sikap Polri Terkait Insiden Kendari


Sabtu, 28 September 2019 - 22:14:29 WIB
Sambut Massa IMM Sumbar, Kapolda Irjen Fakhrizal Jelaskan Sikap Polri Terkait Insiden Kendari Kapolda Sumbar saat menemui ratusan mahasiswa IMM yang menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Sumbar, Jumat (27/9). TIO FURQAN

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ratusan massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatra Barat, melaksanakan shalat Ashar dan shalat gaib bersama di depan gedung Markas Polda Sumbar, Jalan Sudirman, Padang, Jumat (27/9). Shalat ghaib ini ditujukan sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap mahasiswa yang meninggal saat unjuk rasa.

Mahasiswa yang menjadi korban diketahui bernama Randi yang merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo Kendari yang meninggal akibat tertembak saat mengikuti aksi unjuk rasa menentang RUU KUHP pada Kamis (26/9) kemarin.

 

Setelah melaksanakan shalat, beberapa perwakilan mahasiswa berorasi dan membacakan puisi. Mereka mengecam tindakan aparat kepolisian pada saat unjuk rasa yang menewaskan mahasiswa.

Ketua Umum DPD IMM Ihya Rizki dalam orasinya di Padang, Jumat mengatakan kedatangannya ke Mapolda Sumbar melakukan aksi solidaritas karena kader IMM menjadi korban penembakan.

Pada saat aksi berlangsung, Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Fakhrizal datang menemui mahasiswa. Ia mengucapkan rasa duka cita yang dalam terhadap kasus mahasiswa yang jadi korban penembakan di Kendari.

"Saya mohon maaf agak terlambat menemui adik-adik, karena ada vikon dengan Kapolri, pembahasan kita sama yakni tentang kasus ini," katanya di hadapan mahasiswa.

Ia menjelaskan dalam hal ini kepolisian bersikap sama yakni akan mengusut kasus ini dan sesuai arahan Kapolri ada dua tim yang dikirim ke Kendari.

"Ada dua tim yang ditugaskan ke sana mengusut kejadian tersebut dari tim Propam dan tim Mabes Polri," imbuhnya

Fakhrizal mengatakan pihaknya menyesalkan terjadi penembakan tersebut karena dalam standar operasi tidak diperkenankan membawa senjata api dan senjata tajam.

"Kapolri juga tidak membenarkan adanya petugas menggunakan senjata, bahkan peluru karet pun," katanya.

Ia berharap kasus ini dapat segera diungkap secara tuntas dan pesan mahasiswa yang datang ke Polda akan disampaikan kepada Mabes Polri.

"Saya akan tandatangani tuntutan adik-adik, dan selanjutnya kita sampaikan ke Mabes," ucapnya. (*)


Reporter : Tio /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM