Korupsi Bank BRI, Mantan Mantri Dituntut 8 Tahun Penjara


Ahad, 29 September 2019 - 16:23:14 WIB
Korupsi Bank BRI, Mantan Mantri Dituntut 8 Tahun Penjara SATRIA LERINO

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Setelah menetapkan status tersangka kepada salah seorang oknum mantri yang berdinas pada BRI Unit Nusantara Barat pada Mei lalu, kini tersangka yang sudah menjadi terdakwa berinisial AG tersebut sudah menjalani belasan kali persidangan di Pengadilan Tindikan Pidana Korupsi di Padang.

Berdasarkan informasi dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh, proses hukum terhadap AG selesai pembacaan tuntutan pada Selasa (24/9) pekan lalu. "AG dituntut 8 tahun penjara, denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan. Uang pengganti Rp1, 1 miliar. Apabila tidak mempunyai uang pengganti, maka dipenjara 4 tahun," terang Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Nur Tamam melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Satria Lerino serta Kasubsi Penuntutan Zulkifli baru-baru ini.

Kata, Rino tuntutan yang dijatuhkan kepada terdakwa, sudah sesuai dengan Undang-Undang Tindakan Pindana Korupsi. Tingginya tuntutan tersebut, mengingat kejahatan terdakwa ya g sangat luar biasa. Bahkan merugikan banyak pihak, terutama bank milik pemerintah.

Dijelaskan Kasi Pidsus, dari beberapa kali persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya. Ada beberapa modus tersangka untuk korupsi uang milik bank.

"Terdakwa tidak menyetorkan kredit yang dibayarkan nasabah ke bank. Terdakwa juga memanipulasi data nasabah sebagai kreditur bank. Kemudian, terdakwa juga menggelapkan jaminan milik nasabah sebagai jaminan baru untuk syarat mengajukan kredit. Setelah dana cair, langsung diambil oleh terdakwa ini," terangnya.

Terdakwa yang bergabung sejak 2011 dengan BRI tersebut, sudah mempelajari celah untuk melakukan aksi kejahatan selama bertahun-tahun. "Terdakwa mulai mengambil uang bank sejak 2018 dengan total korupsi sebesar Rp1,1 miliar. Ada sekitar 20an korban oleh terdakwa ini," terang Lerino.

Masing-masing korban mengalami kerugian yang beragam. Dari Rp 20 Juta hingga Rp 200 Juta. Uang hasil kejahatan tersebut, digunakan terdakwa untuk kebutuhan sehari-hari bahkan untuk permainan judi online.

Terbongkarnya dugaan korupsi pada BRI Unit Nusantara Barat Koto Nan IV tersebut berawal dari kecurigaan pihak bank terhadap kredit nasabah. Setelah ditelusuri ternyata kredit yang dibayarkan nasabah sudah diserahkan ke AG. Tetapi AG tidak disetorkan langsung uang milik nasabah ke bank. Dari sana, pihak bank melapor ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh untuk diproses secara hukum. (h/ddg)

Reporter : Dadang | Editor : HSP

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]