Konsep Wisata Sumbar Itu Beda, Jangan Samakan dengan Daerah Lain


Selasa, 01 Oktober 2019 - 12:18:04 WIB
Konsep Wisata Sumbar Itu Beda, Jangan Samakan dengan Daerah Lain Peserta diskusi WAG TOP 100.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pakar Pariwisata Unand, Sari Lenggogeni menegaskan konsep pariwisata Sumbar tidak sama dengan daerah lain. Jika dikelola dengan baik, Sumbar akan menjelma menjadi sebuah destinasi wisata yang sangat diminati oleh semua orang, baik itu lokal dan mancanegara. 

"Jangan disamakan. Sumbar itu beda dan konsepnya jangan pula dicampur aduk, mana yang wisata massa dan mana yang wisata khusus," ujar Sari Lenggigeni pada Seminar Konsep dan Pikiran 100 Tokoh Minangkabau untuk Sumbar Kedepan, Minggu kemarin di Pangeran Beach Hotel Padang.
 
Menurutnya, jika pengelolaan pariwisata di Sumbar serius, ada potensi wisata ikonik dan sarat kultur yang akan menjadi daya tarik luar biasa serta magnet kuat bagi turis asing. Faktanya, potensi itu dijadikan wisata massa dengan hasil yang mengernyitkan kening, seperti sampah bertebaran, toilet kotor dan bau serta tidak terawat. 

Baca Juga : Jelang Akhir Masa Jabatan, Gubernur Sumbar Pamitan dan Minta Maaf

"Untuk pariwisata hebat 10 tahun ke depan, sekarang sudahlah. Pemerintah jangan terlalu masuk ke sektor wisata, cukup regulator dan fasilisator saja," ujar Sari.

Sedangkan, pengusaha Nasional, Dony Oskaria menyebut, wisata Sumbar itu unggul 10 langkah dari daerah lain. "Tapi, pengelolaannya justru 10 langkah ke belakang dari daerah lain," ujar Dony Oskaria.

Baca Juga : Tunjang Pariwisata, Diskominfo Pariaman Bentuk Taman Bunga di Pantai Kata

Jadi, untuk Sumbar 20 tahun ke depan, harus ada 'baiyo batido' seluruh orang Minang baik itu tokoh, akademisi yang ada di kampung halaman dan rantau. "Serta tetap mempertahankan kultur Minangkabau yang dengan kekhasannya," ujar Dony Oskaria.

Apalagi serangan kegiatan sosial menyimpang yang makin ke depan semakin gahar, sebut saja LGBT, Prostitusi dan Narkoba. "Ini tanggung jawab kita semua, tidak pemimpin saja," ujar Dony Oskaria.

Baca Juga : Gubernur Sumbar: Masyarakat Tak Perlu Takut, BPOM dan MUI Sudah Keluarkan Fatwa Kehalalan Vaksin

Di sisi lain, ulama Sumbar, Buya Masoed Abidin mengatakan, tidak mudah jadi pemimpin di Sumbar, apalagi konsep dihasilkan diskusi hari ini. "Pemimpin itu harus paham Sumbar dan tahu potensi potensial Sumbar dan ketiga Sumbar berbeda dengan orang lain, sehingga jangan ditiru orang lain punya, tapi kembangkan dan majukan apa yang kita punya,"ujar Maso'ed Abidin.

Bagi siapa yang mau jadi pemimpin, kata Buya, harus paham literasi sejarah Sumbar. "Jangan abaikan, tapi tetap dipahami literasi kesejarahan untuk bangun Sumbar ke depan," ujarnya.

Baca Juga : 680 Tenaga Kesehatan RSUD M Zein Painan Jalani Vaksinasi Covid-19

Seminar saat diskusi sangat alot, banyak anggota TOP100 ini ahli di bidangnya hadir, sebut saja, Dekan FISIP Unand Alfan Miko, pengamat politik Asrinaldi, advokat kondang sekaligus akademisi UBH Miko Kamal, Ketua Fraksi PAN DPRD Pessel Novermal, praktisi pariwisata pemilik Lawang Park Zuhrizul dan sebagainya. (rel)

Editor : AGE

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]