Penyebab Rusuh, Versi Mahasiswa: Polisi Mulai Tembakan Gas Air Mata


Selasa, 01 Oktober 2019 - 16:39:42 WIB
Penyebab Rusuh, Versi Mahasiswa: Polisi Mulai Tembakan Gas Air Mata Massa demo ke DPR RI bawa 'Kuburan', Protes UU KPK Baru-Tewasnya Mahasiswa Kendari. (dok.detik.com)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Berbagai  statemen dan tanggapan  tentang penyebab kerusuhan pada aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, cenderung  menyudutkan mahasiswa. Berikut penjelasan penyebabnya bentrok dan rusuh versi mahasiswa, sebagai  penyeimbang informasi.

Menurut  Tim Advokasi untuk Demokrasi dan Aliansi Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi,  kerusuhan pada aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Senin (30/9), dimulai oleh tembakan kepolisian.

Baca Juga : Sepasang Suami istri Ditangkap Polisi Tanah Datar Karena Simpan Sabu

 

Baca Juga : Ya Ampun! Ternyata Gegara Takut Diceraikan Motif Sang Istri Bantu Suami Perkosa Seorang Gadis di Bukittinggi

 

Merah Johansyah, salah satu Koordinator Lapangan Aliansi, menjelaskan aksi berjalan damai sejak dimulai pukul 11.00 WIB. Namun kericuhan terjadi ketika polisi mengambil tindakan pada sekitar 15.40 WIB.

Baca Juga : Pelaku Tabrak Dua Pejalan Kaki di Padang Ditangkap Polisi, Satu Korban Meninggal Dunia

"Pukul 15.40 kepolisian mulai melemparkan gas air mata ke arah massa aksi tanpa alasan yang jelas," kata Merah dalam keterangan tertulis seperi dilansir CNNIndonesia.com, 10/9).
Saat itu, kata dia,  beberapa orator aksi dari beberapa mobil komando memberi peringatan agar polisi tidak memprovokasi massa. Tindakan itu pun membuat polisi menghentikan tembakan gas air mata.

Kemudian pada 16.27 WIB, elemen mahasiswa berlangsung mundur dari lokasi aksi. Namun sekitar 16.30 hingga 16.43 WIB, sepuluh kali menembakkan gas air mata ke arah massa di sekitar Manggala Wana Bakti/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga : Ternyata! Batubara yang Terbakar di Teluk Bayur Adalah Bahan Bakar Pengolahan CPO

Pada 17.45 WIB, Aliansi menutup aksi dengan jumpa pers. Namun di tengah jumpa pers, adzan Magrib berkumandang sehingga Aliansi menyetop jumpa pers sejenak.

"Sempat terhenti sejenak untuk mendengar adzan Magrib. Namun pukul 17.55 WIB kepolisian kembali lagi menembakkan gas air mata ke arah massa  di depan gedung DPR, dan mendorong mundur massa aksi," tutur Merah.

Kemudian polisi memukul mundur massa ke arah Universitas Atma Jaya yang dijadikan sebagai pusat medis demonstrasi. Aliansi mengatakan polisi memburu dan melakukan kekerasan kepada petugas medis yang sedang bertugas.

"Antara pukul 20.21 WIB sampai dengan 21.10 WIB kepolisian beberapa kali melontarkan gas air mata di sekitar lingkungan kampus Atmajaya yang merupakan area evakuasi medis. Akibatnya sejumlah massa aksi yang terluka dan mengalaml sesak napas terjebak di dalam kampus Atmajaya," ucapnya.

Aliansi, kata Merah, meminta kepolisian menghentikan kekerasan terhadap peserta demonstrasi. Mereka juga meminta Polri menindak para anggota yang melakukan kekerasan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah klaim bahwa polisi yang memulai kerusuhan.

Argo mengklaim pihaknya menggunakan metode persuasif dan sesuai prosedur standar operasional. 
Ia menuding massa yang memantik kerusuhan.

"Iya [massa memulai kerusuhan], melawan petugas, menutup tol merusak fasilitas umum dilarang dalam berunjuk rasa," kata Argo.*

Editor : DNJ

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]