Sulit Mendapat Surat Pengantar Nikah

Ratusan Emak-emak Demo ke Kantor Wali Nagari di Dharmasraya


Rabu, 02 Oktober 2019 - 16:27:36 WIB
Ratusan Emak-emak Demo ke Kantor Wali Nagari di Dharmasraya Aksi demo oleh masyarakat Simalidu terhadap wali nagari  di kantor wali nagari setempat karena tidak mau mengeluarkan NA warga yang akan menikah. (Maryadi/Haluan)

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM -- Ratusan warga Nagari Samalidu, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya mengepung Kantor Wali Nagari setempat, Rabu (2/10). Massa yang didominasi kaum ibu-ibu itu meminta agar Wali Nagari bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa tebang pilih, terutama pada pemberian surat pengantar menikah.

Lontaran kata carut marut hingga penghinaan terhadap Wali Nagari setempat terus diteriakan pendemo. Meskipun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Dharmasraya dan Polsek Koto Baru, para pendemo tetap bersemangat sambil membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan sindiran untuk Wali Nagari.

Baca Juga : Baru Sepekan, Gunung Merapi Semburkan 19 Kali Awan Panas

"Ada tebang pilih oleh Wali Nagari dalam pelayanan administrasi pernikahan," kata Fatimah (45), salah seorang pendemo. 

Dia menyebutkan, sudah enam tahun perlakuan tidak adil ini dilakukan oleh Wali Nagari terhadap masyarakat yang ada di beberapa Jorong. "Banyak anak-anak dan cucu kemanakan kami yang menikah tidak memiliki buku nikah. Semua itu ulah Wali Nagari yang tidak mau menandatangani surat pengantar nikah atau NA anak kami untuk menikah di Kantor KUA," tegasnya.

Baca Juga : Mayat Angga Korban SJ-182 Teridentifikasi, Pihak Keluarga Menunggu Kepulangan Jenazah ke Padang

Sudah tak terhitung lagi banyaknya korban dari ketidakadilan Wali Nagari, kata para pendemo. Sehingga, banyak anak-anak yang sudah menikah, tapi tidak memiliki buku nikah. "Nikahnya secara aturan agama Islam saja yang dinikahkan oleh orang tua dan disaksikan tokoh agama," katanya.

Karena hal itu pula banyak masyarakat yang sudah menikah tapi tidak mempunyai Kartu Keluarga (KK) dan begitu juga akte kelahiran anak. "Untuk mengurus KK perlu buku nikah, akte kelahiran juga. Akte bisa dibuat, cuma nama ayah tidak ada dalam akte, anak apa namanya," kata para pendemo geram.

Baca Juga : Bejat! Mantan Kader PAN yang Kini Pendukung Amien Rais Diduga Perkosa Anak Kandung

Sementara itu, Wali Nagari Simalidu, Ismail Yusuf mengatakan, pihaknya berpedoman pada rekomendasi lembaga adat dalam kebijakan persetujuan ninik mamak dalam hal pengurusan surat pengantar nikah bagi masyarakat. "Sebenarnya kami tidak mempersulit, kami hanya menjalakan rekomendasi LKAAM yang mengisyaratkat persetujuan ninkk mamak dalam pengurusan surat pengantar nikah," katanya.

Saat ditanya lebih detail terkait rekomendasi yang dikeluarkan LKAAM terkait perihal persyaratan tersebut, dia tidak dapat menjelaskan dan hanya menyatakan menjalankan aturan yang sudah ada. Dia menyebut tidak dapat mengeluarkan surat rekomedasi pengurusan NA apabila pemohon tidak mendapat persetujuan yang dibuktikan dengan tandatangan dari kepala kaum masing-masing.

Baca Juga : Miliki Sabu dan Ekstasi, Pedagang Kain Ditangkap Satresnarkoba Polres Sijunjung

Terpisah, Camat Koto Salak, Syarbaini Chan yang menemui para pendemo menyebut, masyarakat membubarkan diri setelah ada kesepakatan antara pemerintah nagari dan masyarakat. Salah satu poin kesepakatan itu, katanya, pemerintah nagari untuk sementara menghapus kebijakan yang mengisyaratkan persetujuan ninik mamak dalam pengurusan surat keterangan nikah dan cukup keterangan dari masing-masing Kepala Jorong atau Kepala Dusun saja.

Pantauan di lapangan, ratusan pendemo nyaris anarkis jika Wali Nagari tak cepat sampaikan pernyataan sikap kepada masyarakat. Tampak, sejumlah bunga beserta potnya berserakan akibat amukan masa yang sudah mulai memanas. Aksi yang berjalan panas dan penuh makian itu akhirnya berujung pada empat perjanjian Wali Nagari. 

Yakni, NA yang selama ini ditandatangani niniak mamak, kini cukup Kepala Jorong dan Wali Nagari. NA yang selama ini belum keluar, akan ditandatangani oleh Kepala Jorong dan Wali Nagari. Sebelum ada penyelesaian niniak mamak setempat, NA ditandatangani Kepala Jorong dan Wali Nagari. Terakhir, Wali Nagari akan memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. 

Massa mengancam akan melakukan aksi demo dengan lebih besar dan akan minta wali nagari turun dari jabatannya, jika sikapnya tak berubah. (h/mdi)

Reporter : Maryadi | Editor : AGE

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]