Gempar..! Gempa 3,6 SR Berpusat Di Limapuluh Kota


Rabu, 02 Oktober 2019 - 16:30:21 WIB
Gempar..! Gempa 3,6 SR Berpusat Di Limapuluh Kota Ilustrasi gempa. geo.tv

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM-Sebagian warga Kabupaten Limapuluh Kota dihebohkan adanya gempa skala kecil yang terjadi di daerah tersebut, Rabu (2/10).

Apalagi, setelah diketahui melalui aplikasi deteksi gempa di ponsel android, gempa tersebut berpusat di Kabupaten Limapuluh Kota. 

Padahal, selama ini Kabupaten Limapuluh Kota dikenal sebagai daerah yang terbebas dari pusat gempa.

Yakni gempa berkekuatan 3,6 SR diutara Kabupaten Limapuluh Kota dengan kedalaman 162 kilometer. Berdasarkan peta pada aplikasi android deteksi gempa, gempa tersebut berpusat disekitar kawasan "Mudiak". Yakni sekitar kawasan Suliki Gunuang Omeh dan Bukit Barisan.

"Info Gempa Mag:3.6 SR, 02-Oct-19 08:53:23 WIB, Lok:0.04 LS,100.37BT (22 km BaratDaya LIMAPULUH-SUMBAR), Kedlmn:162Km ::BMKG-KSI," tulis salah seorang pemilik akun WhatsApp di Grup Relawan Kemanusiaan satu jam setelah gempa terjadi.

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota mengakui memang ada gempa terjadi pada Rabu (2/10) pagi yang berpusat di Limapuluh Kota. Tetapi BPBD belum mendapatkan data resmi dari BMKG terkait gempa yang terbilang perdana berpusat di Limapuluh Kota.

"Info nya benar memang ada gempa. Tetapi goyangannya tidak begitu dirasakan. Kita koorinasi dulu sama BMKG untuk informasi lebih lanjut,"terang Ramadinol Kepala Bagian Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Gempa Bumi Regional VI Padang Panjang membenarkan adanya gempa yang berpusat di Limapuluh Kota. Syamsir, Staff Analisa Gempa Bumi Pusat Gempa Bumi Regional VI Padang Panjang menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dalam. Yakni terjadi dengan kedalam lebih 100 kilometer lebih.

"Gempa tadi pagi, bukan gempa yang perdana yang berpusat di Limapuluh Kota. Sebelumnya juga pernah terjadi. Tetapi masyarakat jangan panik,"terang Syamsir.

Katanya lagi, gempa dengan magnitudo 3,8 SR tersebut, termasuk dalam zona subduksi lebih dari kedalaman 100 kilometer. Sehingga getaran gempa tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat.

"Untuk di Sumatera, ada tiga zona pembangkit gempa. Pertama Zona Sesar Sumatera (Sesar Semangka) yang didarat, kedua Zona Sesar Mentawai dan ketiga Zona Subduksi. Untuk Zona Subduksi ini sumber gempabumi karena adanya pergerakan lapisan kerak benua dan kerak samudera dalam lapisan bumi. Sehingga getaran tidak terlalu dirasakan,"katanya.

Meski tergolong gempa kecil, tetapi gempa pada Zona Subduksi tersebut tidak bisa diabaikan. Intinya, masyarakat tidak boleh panik. Memang daerah kita ini rawan terhadap gempa," terangnya lagi. (Ddg)

Reporter : DADANG ESMANA | Editor : DNJ

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]