Tragedi Wamena, LKAAM dan Danrem 032 Wirabraja Minta Warga Minang Bijak


Kamis, 03 Oktober 2019 - 09:28:32 WIB
Tragedi Wamena, LKAAM dan Danrem 032 Wirabraja Minta Warga Minang Bijak Danrem 032/ Wirabraja Brigjen. TNI Kunto Arif Wibiwo bersama warga Sawahlunto asal Papua, Yance Dumupa disela sela kunjungannya ke Sawahlunto, Selasa (1/10). RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat, M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu mengajak seluruh masyarakat Minang agar bijak merespon tragedi kemanusiaan yang terjadi di Wamena Papua. Ketua LKAAM juga berharap orang minang, baik dikampung maupun dirantau untuk tidak terprovokasi dengan isu yang berkembang.

"Kalau ada orang Papua disini, kita jamin keselamatannya, bukan balas dendam. Pelaku kerusuhan biar aparat hukum yang menindaknya," ujarnya di Sawahlunto, Selasa (1/10).

Dt. Rajo Pangulu mengatakan, ninik mamak dan pemangku adat harus bahu membahu ikut ambil bagian menjaga stabilitas negeri.

"Kita sangat mengecam aksi kericuhan yang mengakibatkan perantau Minang ikut menjadi korban. Namun jangan sampai kita ikut ikutan anarkis dan balas dendam dari kejadian tersebut. Niniak mamak harus bisa menenangkan dan memberi pemahaman kepada anak kemenakan, agar tidak terprovokasi dan mendoakan saudara saudara kita yang ada di Papua bisa selamat," ujarnya.

Terpisah Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen, Kunto Arif Wibowo mengungkapkan, apresiasi atas komunikasi dan koordinasi yang dilakukan oleh segenap pemangku adat di Sumatra Barat. Danrem menilai, para sepuh dan tokoh adat yang ada sangat bijak dan tidak emosional, bahkan mengajak mencari alternatif solusi yang dewasa.

"Meski komponen cadangan lainnya ini memiliki peran sangat strategis yang keputusannya bisa memicu semangat dan kebangkitan. Ini yang kita dorong untuk menciptakan semangat positif. Saya sangat berterimakasih dan saya tidak sendiri, kita mau bersatu," katanya kepada Haluan, Selasa (1/10).

Saat ini lanjutnya, situasi Wamena dalam keadaan baik memang berita berita berulang dan sebaran di media sosial sudah hampir menyimpang dengan keadaan sebenarnya. Penumpangan momen kerusuhan untuk kepentingan yang tidak baik dan tugas kita meyakinkan yang lain bahwa disitu aman.

"Banyak cerita yang tidak keangkat seperti, warga lokal yang ikut membantu korban korban kerusuhan. Dan pemerintah kita juga telah datang kesana dan disana juga sudah menjamin. Berita yang hanya terangkat yang korban saja, harusnya sebaran berita yang positif juga harus dimunculkan sehingga tidak semakin memperburuk situasi," katanya.

Danrem mengimbau kepada seluruh warga minang, agar jaga persatuan, kompak, implementatif, segera selesaikan setiap permasalahan sekecil apapun. Jangan banyak janji. Jadikan perbedaan jadi kekuatan dan jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber masalah.

Sementara perantau asal Papua yang telah menetap di Sawahlunto, Yance Dumupa berharap situasi di Papua segera membaik dan kembali damai seperti semula. "Saya berharap saudara saudara yang ada di Papua bisa untuk menahan diri. Demonstrasi menyuarakan pendapat boleh saja, Tetapi jangan sampai berbuat anarkis yang merugikan semua pihak," katanya.

Di mata Yance yang telah menetap di Sawahlunto sejak 2007 silam, bagi masyarakat yang ingin belajar apa itu perbedaan, apa itu Bhineka Tunggal Ika datanglah ke Sawahlunto. Sawahlunto yang multi etnis, mampu hidup berdampingan dengan damai, meski berbeda suku, ras dan juga agama. (*)

Reporter : Riki Yuherman /

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]