Perekonomian Papua Terancam, Sudah 11.646 Warga Eksodus dari Wamena


Jumat, 04 Oktober 2019 - 20:09:44 WIB
Perekonomian Papua Terancam, Sudah 11.646 Warga Eksodus dari Wamena Pengungsi menunggu pesawat Hercules di Bandara Wamena, Papua, Kamis (3/10). (republika.co.id)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Eksodus besar-besaran pendatang dan warga asli Papua dari Wamena dikhawatirkan mengganggu perekonomian Papua. Sejak peristiwa kerusuhan terjadi di daerah itu pada Senin (23/9) lalu hingga Kamis (19/3), sedikitnya 11 ribu orang dilaporkan telah meninggalkan Wamena.  

"Sebanyak 11.646 orang terdata eksodus sejak 23 September hingga 2 Oktober 2019," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, seperti dilansir Republika.co.id Jumat (4/10/2019) .

 Ia mengatakan, sebanyak 7.467 orang meninggalkan Wamena dengan penerbangan Hercules TNI AU dan 4.179 orang menggunakan penerbangan komersial.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua sebelumnya memprediksi kondisi perekonomian di Wamena Kabupaten Jayawijaya akan terganggu jika pemerintah daerah setempat tidak segera melakukan antisipasi atau upaya perbaikan secepatnya. Pasalnya, Kabupaten Jayawijaya merupakan salah satu sektor yang dijadikan indikator dalam nilai tukar petani (NTP) di Bumi Cenderawasih.

"Jadi, pada bulan mendatang, NTP-nya kemungkinan terganggu karena kondisinya tidak stabil," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua Bambang Wahyu Ponco Aji.

Menurut Bambang, NTP akan terganggu karena faktor distribusi barang, di mana yang kini berjualan di Wamena adalah pedagang dari Sumatra Barat, Jawa, dan lainnya.

Dengan demikian, jika semua pedagang mengungsi dan stok barang dagangannya tidak ada, akan mengganggu jalannya roda perekonomian dan kehidupan masyarakat. "Ini jelas mengganggu. Namun, berapa lama waktunya, kami tidak tahu, sehingga pemerintah daerah setempat harus segera mengantisipasinya," ujar dia.

Sementara itu  Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Gedung Kementerian Sosial, mengimbau warga untuk tidak meninggalkan Wamena secara permanen, karena Papua masih memerlukan Sumber daya Manusia untuk melanjutkan kegiatan ekonomi di daerah tersebut.

"Saya mengimbau bahwa sebenarnya sudah tidak perlu (eksodus), karena keamanan sudah semakin baik, semakin kondusif. Walaupun rasa takut itu manusiawi, kita tidak perlu meninggalkan tanah papua karena tanah papua membutuhkan SDM dan kegiatan ekonomi yang pada ujungnya akan memberikan kesejahteraan warga papua," katanya.

Untuk itu, Agus berkomitmen akan memperkuat layanan dukungan sosial kepada korban yang terdampak kerusuhan, serta menjamin keamanan dari para warga di Papua.

"Ini perintah khusus, langsung dari presiden, untuk berikan perhatian pada warga Papua, khususnya daerah yang terdampak dari kerusuhan," ujarnya.*
 

loading...
 Sumber : Rep-Ant /  Editor : DNJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]