Aksi Demo Berujung Anarkis di Irak, Puluhan Orang Tewas dan 1.000-an Luka-luka


Sabtu, 05 Oktober 2019 - 19:41:56 WIB
Aksi Demo Berujung Anarkis di Irak, Puluhan Orang Tewas dan 1.000-an Luka-luka Aksi pembakaran yang dilakukan para demonstran Irak DOK/REUTERS

BAGHDAD, HARIANHALUAN.COM – Aksi demontrasi ribuan massa kembali berlanjut di Baghdad dan kota-kota lainnya Irak. Aksi anarkis pun tak terelakan. Puluhan orang dilaporkan tewas dan 1.000-an luka-luka dalam tiga hari demo berdarah tersebut.

Pada Kamis (3/10) waktu setempat, ribuan demonstran kembali turun ke jalan untuk memprotes tingginya korupsi, pengangguran dan buruknya layanan publik di bawah pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi.

Baca Juga : Distribusi Dihentikan, Vaksin Corona Moderna Sebabkan Alergi Parah

 

Baca Juga : Trump Lengser, China Langsung Beri Sanksi 28 Pejabat Mantan Presiden AS Itu

Sumber: HaluanTV

Dalam pidato publik pertamanya di layar kaca sejak aksi-aksi demo antipemerintah ini pecah, Abdel Mahdi menyatakan bahwa aksi-aksi tersebut sebagai "pengrusakan negara, seluruh negara" namun dia tidak berkomentar mengenai tuntutan para demonstran.

Baca Juga : 'Hilang' 3 Bulan, Jack Ma Kini Muncul Namun Disebut Mencurigakan

Abdel Mahdi malah membela pencapaian yang diraih pemerintahnya dan menjanjikan tunjangan bulanan untuk keluarga-keluarga yang membutuhkan, serta meminta waktu untuk menerapkan agenda reformasi yang dijanjikannya tahun lalu.

Beberapa jam sebelumnya, para demonstran di Baghdad berkumpul di luar gedung Kementerian Perminyakan dan Industri dan bertekad untuk bergerak ke Lapangan Tahrir di ibu kota Irak tersebut.

"Kami akan terus berdemo sampai pemerintahan tumbang," cetus Ali (22), lulusan universitas yang belum mendapat pekerjaan.

"Saya tak punya apapun kecuali 250 lira (US$ 0,20) di saku saya sementara pejabat-pejabat pemerintah punya jutaan," cetusnya seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (4/10/2019).

Baca Juga : Dilantik, Biden Janji Basmi Supremasi Kulit Putih

Para polisi dan tentara yang menggunakan senjata otomatis, tampak mengarahkan senjata mereka ke para demonstran. "Mengapa polisi menembaki warga Irak? Mereka menderita seperti kami -- mereka harusnya membantu dan melindungi kami," kata seorang demonstran, Abu Jaafar memprotes tindakan polisi.

Aksi-aksi demo tersebut telah menewaskan 31 orang, termasuk dua polisi dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka. Aksi protes ini dimulai pada Selasa (1/10) di Baghdad dan menyebar ke wilayah-wilayah selatan Irak yang dihuni mayoritas warga Syiah. Sejumlah kota telah menerapkan aturan jam malam namun para demonstran tetap membanjiri jalan-jalan. (*)

Editor : DavidR

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]