Sidang Perusakan Mangrove Mandeh, Peringatan Kadis LH Tak Digubris Terdakwa


Senin, 14 Oktober 2019 - 00:55:29 WIB
Sidang Perusakan Mangrove Mandeh, Peringatan Kadis LH Tak Digubris Terdakwa Nely Armida saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara pengrusakan Mangrove di kawasan Mandeh. OKIS

PADANG, HARIANHALUAN .COM-Sidang lanjutan kasus dugaan perusakan Mangrove di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terus bergulir di Pengadilan Negeri Klas I A Padang dengan terdakwa Wakil Bupati Pessel Rusma Yul Anwar. Agenda saat itu mendengarkan keterangan saksi, Senin (14/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fadlul Azmi Cs mengajukan sebanyak lima orang saksi yaitu, Nely Armida yang merupakan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pessel dengan masa jabatan 2016-2018, Yoski Wandri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pessel, Yulhardi dan Syafrizal alias Aciak sebagai operator mesin excavator sementara Apri sebagai pemilik lahan.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.080 Kasus

Pada kesempatan itu, Nelly Armida mengaku mengetahui ada aktivitas dugaan perusakan mangrove melalui pemberitaan di sejumlah media massa, kemudian ia diberitahu oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni untuk segera menghentikan kegiatan tersebut hingga izinnya diterbitkan.

"Dikarenakan tidak memiliki izin, besoknya saya bersama staf memasang plang larangan dengan maksud agar kegiatan tersebut tidak dilanjutkan," ujarnya didepan Majelis Hakim. 

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 112 Orang

Bahkan atas tindakan terdakwa tersebut, ia mengaku sudah mengirim surat kepada yang bersangkutan agar aktivitas itu segera dihentikan menjelang izinnya keluar.

"Namun terdakwa tidak mengindahkan teguran kami dan kegiatan tetap berlanjut," katanya. 

Baca Juga : Pengurus HIPMI 3 Daerah Dilantik Serentak di Payakumbuh

Sementara saksi lainnya, Yulhardi mengaku melakukan pekerjaan atas perintah dari terdakwa Rusma Yul Anwar yang merupakan Wakil Bupati Pesisir Selatan.

"Tidak mungkin saya menolak, Pak. Beliau atasan saya. Sedangkan saya hanya pegawai honor. Saya di gaji Rp 3 juta saat itu," tuturnya polos. 

Baca Juga : Amazing! Inilah 'The Power of Emak-emak' dari Pariaman yang Bikin Takjub

Sidang lanjutan bakal kembali digelar pada Kamis (24/10) dengan agenda yang sama yakni mendengar keterangan saksi.

Sebelumnya pada Selasa (17/9) Majelis hakim Pengadilan Negeri Klas I A Padang menolak keberatan (eksepsi) dari terdakwa Rusma Yul Anwar.

"Menolak eksepsi terdakwa dan memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan perkara," ucap hakim ketua Gutiarso, dalam putusan yang dibacakan.

Dalam pertimbangannya hakim menyebutkan ekspesi terdakwa sudah membahas isi surat dakwaan sehingga ditolak. (*)

Reporter : OKIS MARDIANSYAH | Editor : DNJ

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]