Merdeka! Nenek Adimar Bisa Menikmati Listrik Setelah Berusia 81 Tahun


Rabu, 16 Oktober 2019 - 11:54:07 WIB
Merdeka! Nenek Adimar Bisa Menikmati Listrik Setelah Berusia 81 Tahun Nenek Adimar baru bisa merasakan listrik setelah tiga tahun merasakan gelap.

"Satu-satunya hiburan yang ada di rumah ini adalah sebuah radio tua. Ingin juga merasakan memiliki televisi atau alat elektronik seperti orang lain. Tapi bagaimana, listrik untuk menghidupkan lampu saja tidak ada, sehari-hari nenek pakai lampu togok (lampu minyak)," ucapnya dengan bibir gemetar.

Yessi Swita - Sungai Pisang

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Selasa (15/10) kemarin, Adimar, nenek berusia 81 tahun di Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung tak henti mengucap syukur. Kunjungan PLN ke rumah kayunya pada hari itu membuatnya benar-benar merdeka. Rumahnya benar-benar telah dialiri listrik setelah tiga tahun lamanya hidup bersama lampu minyak. 

Wanita yang hidup sebatang kara dan bertumpu pada tongkat ini bercerita kepada Haluan bagaimana dia bertahan sejak 2017. "Terimakasih kepada PLN. Kini kalau malam sudah tarang. Sudah tiga tahun, dari tahun 2017 nenek pakai lampu togok (lampu minyak), sekarang minyak tanah pun susah didapat, kalau malam sudah menerima saja, keadaan gelap," tuturnya.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Saat masih menggunakan lampu togok, kata Adimar, seliter minyak tanah dapat dipakai untuk satu minggu. Namun, seringkali dia tak memiliki uang untuk membeli minyak tanah tersebut, bahkan berminggu-minggu dia hidup dalam kegelapan.

Sesekali, Adimar yang dahulunya bekerja sebagai pedagang makanan pagi seperti lontong, ketan dan kolak di Gaung ini dibantu oleh tetangganya Jon dan anaknya, Febuardi dan Januardi yang bekerja sebagai nelayan dan telah berkeluarga.

Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuatnya tidak mampu membayar biaya pasang baru ke PLN. Belum lagi biaya pengeluaran minyak tanah perbulan jika dikalkulasikan mencapai Rp150.000. Sekarang setelah listrik PLN tersalurkan ke rumahnya, Mak Dimar hanya perlu mengeluarkan 45 ribu rupiah untuk membeli token di rumahnya yang berdaya 450VA tersebut. 

Bantuan yang telah diberikan PLN setidaknya dapat mengukir sedikit senyum di wajah keriput Adimar. Ia berharap PLN terus membantu masyarakat kurang mampu yang sangat membutuhkan seperti dirinya. (*)

Reporter : Yessi Swita | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]