Rini Soemarno Disebut Ekonom Bikin BUMN Kacau


Rabu, 16 Oktober 2019 - 15:30:55 WIB
Rini Soemarno Disebut Ekonom Bikin BUMN Kacau Menteri BUMN Rini Soemarno

 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Ekonom Faisal Basri mengkritik habis kinerja Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di bawah Menteri Rini Soemarno. Kritik terutama ia sampaikan terkait korupsi dan konsep holding BUMN.
Menurutnya korupsi dan konsep holding BUMN yang ada sekarang ini kacau. Untuk holding, kekacauan tersebut tercermin dari kebijakan Kementerian BUMN di bawah Rini yang menjadikan perusahaan pelat merah beraset kecil menjadi induk perusahaan BUMN.
Misalnya, PT Survai Udara Penas (Persero) yang digadang-gadang akan menjadi induk holding penerbangan. Penas akan membawahi PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan AirNav.

Berdasarkan "Profil Perusahaan BUMN Indonesia" yang dirilis Kementerian BUMN pada 2017 lalu, total aset yang dimiliki Penas pada 2016 hanya Rp49 miliar, jauh di bawah aset Garuda Indonesia yang mencapai puluhan triliun rupiah.

Sementara berkaitan dengan korupsi, kekacauan disampaikannya terkait sejumlah direksi BUMN yang terkena operasi tangkap tangan KPK. Seperti diketahui, selama Rini Soemarno menjabat sebagai menteri, beberapa direksi BUMN terseret kasus korupsi.
Mereka antara lain Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI Darman Mappangara, Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Wisnu Kuncoro , Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk Sofyan Basir , Direktur Utama Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran I Kadek Kertha Laksana dan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda.
Menurutnya, masalah tersebut cukup menunjukkan Rini gagal menjadi menteri BUMN.

"Melaksanakannya jadi ngaco semua jadi rusak BUMN kita semua," ujar Faisal pada Selasa (15/10) di Jakarta.
CNNIndonesia.com telah meminta tanggapan dari Kementerian BUMN melalui Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro, dan pejabat lainnya seperti Sekretaris Menteri BUMN Iman Apriyanto. Namun, sampai berita diturunkan, mereka belum merespons permintaan tanggapan tersebut.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 April 2020 - 06:42:31 WIB

    Edan, Anggota Marinir AS Cukur Rambut Massal di Tengah Pandemi Corona

    Edan, Anggota Marinir AS Cukur Rambut Massal di Tengah Pandemi Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Sebuah kebijakan kontroversial tengah menjadi sorotan di Amerika Serikat (AS). Bagaimana tidak, sejumlah anggota Marini AS (US Marines) diperintahkan untuk mencukur rambut secara massal di Camp Pa.
  • Kamis, 05 Maret 2020 - 12:06:29 WIB

    Takut Corona, Wako Tri Rismaharini Tolak Kedatangan Viking Sun

    Takut Corona, Wako Tri Rismaharini Tolak Kedatangan  Viking Sun JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Rencananya kapal pesiar Viking Sun dijadwalkan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, 6 Maret mendatang, namun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tegas telah menolaknya.
  • Rabu, 08 Januari 2020 - 20:02:59 WIB

    Periksa Jiwasraya, Kejagung Bakal Panggil Rini Soemarno?

    Periksa Jiwasraya, Kejagung Bakal Panggil Rini Soemarno? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memeriksa semua pihak yang terkait dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Apakah eks Menteri BUMN Rini Soemarno juga akan diperiksa? Rini merupakan Menteri BU.
  • Ahad, 08 Desember 2019 - 14:40:00 WIB

    Markas Marinir Surabaya Bergemuruh, 1.474 Penembak Kokang Senjata

    Markas Marinir Surabaya Bergemuruh, 1.474 Penembak Kokang Senjata SURABAYA, HARIANHALUAN.COM - Lapangan tembak FX. Soepramono bergemuruh, suara letusan berbagai jenis senapan hingga meriam bersaut-sautan di markas Marinir TNI AL Karang Pilang Surabaya..
  • Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:19:49 WIB

    Sandiaga Gantikan Rini Soemarno Jadi Menteri BUMN, Setuju?

    Sandiaga Gantikan Rini Soemarno Jadi Menteri BUMN, Setuju? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Belakangan beredar kabar bahwa Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah meminta tiga jatah menteri di kabinet baru yang akan diusung oleh Presiden Joko Widodo lima tahun ke depan. Hal ini men.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]