Waduh, Diduga Ada Ribuan Anak di 50 Kota tak Sekolah


Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:40:16 WIB
Waduh, Diduga Ada Ribuan Anak di 50 Kota tak Sekolah ilustrasi
LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah kalangan masyarakat Limapuluh Kota dibuat heboh dengan beredar luasnya data di media sosial yang menyebutkan adanya ribuan anak-anak yang tidak bersekolah didaerah tersebut. Data tersebut, berkaitan dengan data 2018 yang diterbitkan Badan Statistik Nasional pada Limapuluh Kota Dalam Angka 2019.
 
Pada buku Limapuluh Kota Dalam Angka 2019 merincikan, pada 2018 lalu masih ada sebanyak 4.912 anak yang belum atau tidak bersekolah di Limapuluh Kota. Angka tersebut menyebar di seluruh kecamatan yang ada, dari 100 sampai 700 anak yang tidak atau belum bersekolah dengan usia umur 7 sampai 15 tahun.
 
 
Kepala Badan Pusat Statistik Limapuluh Kota, Heri Sulistio menerangkan, total 4912 anak yang belum atau tidak sekolah tersebut, merupakan angka rill yang diterima BPS dari Pemkab Limapuluh Kota. "BPS sifatnya menginput data yang diterima dari Pemkab Limapuluh Kota. Dan itu adalah angka rill nya,"ucap Heri. Kepala BPS tersebut, tidak mengetahui pasti, seperti apa Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) melakukan pendataan terhadap anak yang tidak atau belum sekolah tersebut."Sumber data kita dari DP2KBP3A. Apa yang kita terima dari dinas tersebut, itu yang kita input sebagai data resmi BPS,"ucapnya lagi.
 
Sedangkan, Kepala DP2KBP3A Limapuluh Kota Fiddria Fala menegaskan, data yang sampai ke BPS bukan lah data yang menerangkan tentang anak kategori tidak bersekolah atau putus sekolah. Melainkan data tentang kondisi anak yang belum sekolah. Yaitu anak yang masih berumur 6 tahun.
 
"Saya bukan menyalahkan siapa-siapa. Tetapi data yang sampai ke BPS adalah kondisi anak yang belum sekolah. Bukan anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah,"terang Fiddria Fala. Ketika ditanya lebih dalam tentang data yang diserahkan oleh dinasnya ke BPS itu, Kepala DP2KBP3A tersebut enggan berkomentar lebih jauh.
 
Kemudian, BPS juga mencatat, terdapat sebanyak 45057 anak usia SD di Kabupaten Limapuluh Kota pada 2018 lalu. Tetapi angka tersebut diduga tidak sinkron dengan jumlah anak yang terdaftar sebagai murid SD di Limapuluh Kota.
 
Berdasarkan data yang beredar luas, terdapat sebanyak 43079 murid SD yang terdaftar di Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga, angka jumlah anak usia Sekolah Dasar selisih dengan jumlah murid SD yang terdaftar. Yaitu sebanyak 1978 murid diduga tidak terdaftar.
 
 
Dinas Pendidikan Limapuluh Kota melalui Sekretaris Dinas, Win Hari Endri menjelaskan, data resmi pada Dinas Pendidikan hanya terdapat 43619 anak usia sekolah yang aktif menempuh pendidikan. 43619 anak yang bersekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan tersebut dengan rincian 43182 anak untuk SD, 250 anak pada SLB dan 187 anak untuk paket A.
 
Sekretaris Dinas Pendidikan tersebut mesinyalir memang ada perbedaan angka antara anak usia SD yang dikeluarkan BPS dengan total murid SD pada Dinas Pendidikan. Katanya, kondisi tersebut disebabkan beberapa faktor.
 
Yaitu, pertama usia anak yang terus bertambah, kedua adanya anak yang menempuh pendidikan bukan pada SD saja dan ada pada luar dari kewenangan Dinas Pendidikan.
 
"Ya karena faktor ini, berkemunginan penyebab tidak sebandingnya data pada lembaga yang berbeda. Di SLB dan Paket A juga ada anak usia SD yang menempuh pendidikan disana,"katanya. Dijelaskan Win Hari Endri, biasanya pendataan dilakukan hingga penghujung tahun tetapi batas penerimaan murid baru dilakukan ditengah tahun. Sehingga terjadi pertambahan usia anak yang masuk kategori usia sekolah. "Untuk bisa sekolah, terpaksa menunggu sampai pertengahan tahun berikutnya,"ucapnya lagi.
 
Kemudian, ucap Win, anak usia sekolah, tidak seluruhnya menempuh pendidikan di SD dibawah kewenangan Dinas Pendidikan saja. Melainkan ada juga pada kewenangan Kementerian Agama. "Pada Kementerian agama, ada sekolah setara SD. Seperti Ibtidaiyah. Anak-anak juga banyak disana,"terangnya lagi.
 
Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Limapuluh Kota Ramza Husmen membenarkan adanya anak usia SD yang menempuh pendidikan dibawah naungan instansi yang dipimpinnya. Dijelaskan Ramza, ada 8 sekolah Ibtidaiyah yang tersebar di Limapuluh Kota. "Satu sekolah negeri dan 7 sekolah swasta,"ucapnya.
 
Dari ke 8 sekolah Ibtidaiyah tersebut, terdapat sebanyak 809 lebih murid yang terdaftar disana. "Pada Madrasah Ibtidaiyah seperti Min dan Mis, ada 809 anak dengan usia 7 sampai 13 tahun. Kemudian pada Madrasah Tsanawiyah setingkat SMP terdapat sekitar 5358 anak dengan usia 13 sampai 16 tahun,"ucap Ramza Husmen. (h/ddg)

Reporter : Dadang /  Editor : heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 20 Maret 2020 - 00:05:18 WIB

    Waduh, Penelitian Ungkap Kalau Blackhole Makin Aktif!

    Waduh, Penelitian Ungkap Kalau Blackhole Makin Aktif! BOGOR, HARIANHALUAN.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, lubang hitam supermasif (blackhole) yang berjarak 26 ribu tahun cahaya dari Bumi dilaporkan semakin aktif dalam memancarkan sinar X berenergi tinggi, menurut penelitian.
  • Rabu, 23 Oktober 2019 - 22:11:21 WIB

    Waduh,,!! Dituding Nyantet, Puluhan Warga Pulitcoman Ini Diusir dari Kampung

    Waduh,,!! Dituding Nyantet, Puluhan Warga Pulitcoman Ini Diusir dari Kampung MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM - Sedikitnya delapan Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Pulitcoman, Desa Sikapokna, Kecamatan Siberut Barat diusir dari kampungnya sendiri. Hal ini dipicu mereka dituding sebagai pelaku santet oleh wa.
  • Jumat, 18 Oktober 2019 - 13:38:53 WIB

    Waduh, Akun Twitter Rocky Gerung Diretas

    Waduh, Akun Twitter Rocky Gerung Diretas JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Politikus Partai Demokrat mengabarkan bahwa akun Twitter milik pengamat politik, Rocky Gerung diretas..
  • Rabu, 09 Oktober 2019 - 15:27:19 WIB

    Waduh, DBD Sudah Makan Korban Balita di Lubuk Basung

    Waduh, DBD Sudah Makan Korban Balita di Lubuk Basung AGAM, HARIANHALUAN.COM - Balita warga Surau Kariang Jorong Surabayo, Nagari Persiapan Surabayo Lubuk Basung, Ikhsan (5) meninggal karena diduga terkena demam berdarah dengue (DBD), sebelum meninggal ia sempat mendapatkan pera.
  • Kamis, 22 Agustus 2019 - 16:24:27 WIB

    Waduh, Baru 10 Bulan Hirup Udara Bebas, Pedagang di Solok Ini Kembali Ditangkap

    Waduh, Baru 10 Bulan Hirup Udara Bebas, Pedagang di Solok Ini Kembali Ditangkap AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Baru 10 Bulan menghirup udara bebas, seorang residivis kasus Narkoba Guswandi alias Andi (30) warga Kel.Sinapa Piliang Kec.Lubuk Sikarah Kota Solok diciduk oleh jajaran Sat Res Narkoba Polres Solo.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]